Retakan Sayap Picu Inspeksi 16 Airbus A380

EASA memerintahkan pemeriksaan terhadap 16 Airbus A380 setelah retakan ditemukan pada balok utama sayap, dengan lima pesawat Emirates wajib diperiksa sebelum kembali beroperasi.

DUBAI – Airbus bersama otoritas keselamatan penerbangan memerintahkan pemeriksaan terhadap 16 pesawat superjumbo A380 setelah ditemukan retakan pada balok utama sayap yang berpotensi mengurangi kekuatan struktur pesawat. Lima pesawat milik Emirates harus menjalani inspeksi segera sebelum kembali beroperasi.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengeluarkan perintah pemeriksaan mendesak terhadap struktur wing spar atau balok utama yang membentang sepanjang sayap dan menahan sebagian besar beban aerodinamis selama penerbangan.

Dari 16 pesawat yang masuk daftar pemeriksaan, sebanyak 15 unit dioperasikan Emirates dan satu unit lainnya dioperasikan Qantas. Lima pesawat yang harus diperiksa secepatnya seluruhnya merupakan bagian dari armada Emirates.

Airbus menyatakan retakan ditemukan dalam pemeriksaan perawatan rutin. Temuan tersebut berkaitan dengan arahan keselamatan yang diterbitkan EASA pada Desember 2025, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu, (24/06/2026).

Emirates memastikan pemeriksaan akan dilakukan sebelum pesawat yang terdampak kembali melayani penerbangan.

“Inspeksi akan dimulai dalam 48 jam ke depan dan seluruh pekerjaan yang diperlukan akan diselesaikan sebelum pesawat kembali beroperasi,” kata Emirates pada Rabu.

Maskapai tersebut juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Airbus dan otoritas terkait untuk mengurangi kemungkinan gangguan terhadap jadwal penerbangan.

Sebanyak 11 pesawat lainnya dapat menjalani pemeriksaan pada tahap berikutnya. Namun, inspeksi wajib diselesaikan sebelum pesawat menuntaskan 13 penerbangan berikutnya atau sekitar 25 siklus operasi. Dalam industri penerbangan, satu siklus mencakup satu rangkaian lepas landas dan pendaratan.

Airbus telah mengidentifikasi seluruh A380 yang memiliki riwayat produksi serupa. Pabrikan pesawat yang bermarkas di Toulouse, Prancis, itu akan berdiskusi dengan EASA untuk menentukan kebutuhan perbaikan tambahan berdasarkan hasil pemeriksaan.

A380 merupakan pesawat penumpang terbesar di dunia. Pesawat bertingkat dua tersebut saat ini antara lain dioperasikan Emirates, Singapore Airlines, British Airways, Qantas, Lufthansa, Qatar Airways, Korean Air, Etihad Airways, All Nippon Airways (ANA), dan Asiana Airlines.

Emirates tercatat sebagai operator A380 terbesar dengan mengoperasikan lebih dari separuh jumlah A380 yang masih aktif. Sementara itu, Airbus telah menghentikan produksi pesawat tersebut sejak 2021.

Masalah pada struktur sayap A380 juga pernah ditemukan pada 2012. Saat itu, EASA memerintahkan pemeriksaan terhadap seluruh armada A380 setelah ditemukan retakan pada bracket atau penyangga yang menghubungkan lapisan luar sayap dengan rangka internal.

Temuan tersebut mendorong Airbus menjalankan program perbaikan besar dan melakukan perubahan desain pada pesawat yang diproduksi setelahnya. Pemeriksaan terbaru diharapkan memastikan setiap pesawat memenuhi persyaratan keselamatan sebelum kembali membawa penumpang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com