Pemerintah Kecamatan Sebatik menggelar Coffee Morning lintas sektor untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam meningkatkan pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, dan keamanan wilayah.
NUNUKAN – Pemerintah Kecamatan Sebatik memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan Coffee Morning bertema “Penguatan Koordinasi untuk Pelayanan yang Lebih Baik” di Aula Kantor Kecamatan Sebatik, Rabu (17/06/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi bersama antara pemerintah kecamatan, unsur keamanan, lembaga vertikal, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, pemerintah desa, serta organisasi masyarakat. Forum ini diarahkan untuk memperkuat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara cepat, terpadu, dan responsif.
Camat Sebatik, Hadriani, mengatakan pelayanan publik tidak dapat berjalan optimal jika setiap instansi bekerja sendiri-sendiri. Karena itu, koordinasi lintas sektor perlu diperkuat agar setiap persoalan di masyarakat dapat ditangani secara bersama, sebagaimana diwartakan Simp4tik, Rabu, (17/06/2026).
“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Pelayanan yang baik tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak,” ujar Hadriani.
Kegiatan itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sebatik Timur, Komandan Rayon Militer (Danramil) 0911-07/SBB, Komandan Pos Angkatan Laut (Danpos AL), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sebatik, Kepala Kepolisian Subsektor (Kapolsubsektor) Sei Taiwan, perwakilan Rumah Sakit Umum (RSU) Sebatik, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sei Taiwan, kepala sekolah, penyuluh perikanan, kepala desa se-Kecamatan Sebatik, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Sebatik, serta Ketua TP PKK Desa Padaidi.
Hadriani menegaskan, Coffee Morning lintas sektor bukan sekadar pertemuan rutin. Forum tersebut menjadi sarana strategis untuk membangun sinergi antarinstansi dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Menurut dia, tantangan pembangunan dan pelayanan publik saat ini membutuhkan kerja sama kuat dari seluruh unsur. Pemerintah kecamatan, aparat keamanan, lembaga vertikal, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga pemerintah desa harus memiliki kesamaan langkah dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Semangat kebersamaan dan sinergitas antar pemangku kepentingan harus terus kita jaga. Dengan koordinasi yang baik, berbagai persoalan dapat kita selesaikan bersama demi terwujudnya pelayanan publik yang semakin berkualitas,” tambahnya.
Sesi diskusi menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Diskusi dipandu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sebatik, Abdul Rahman, sebagai moderator.
Dalam forum itu, peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, masukan, saran, serta isu strategis yang membutuhkan perhatian bersama. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif dari Forkopimcam, instansi vertikal, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan unsur lainnya.
Sejumlah isu mengemuka dalam diskusi, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan koordinasi antarinstansi, penanganan persoalan sosial kemasyarakatan, pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Kecamatan Sebatik.
Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar informasi terkait program kerja masing-masing instansi. Dengan cara itu, pelaksanaan program di tingkat kecamatan diharapkan lebih terarah, tidak berjalan sendiri-sendiri, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan komunikasi lintas sektor, Pemerintah Kecamatan Sebatik berharap pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Sinergi antarinstansi juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya Sebatik yang maju, aman, dan sejahtera. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan