Perbaikan darurat jembatan di Sungai Boh, Malinau, mulai memulihkan akses transportasi warga perbatasan setelah sempat terputus hampir sepekan.
MALINAU – Akses transportasi di wilayah perbatasan Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau (Malinau), Kalimantan Utara (Kaltara), mulai kembali pulih secara bertahap setelah jembatan penghubung di Kilometer 31 yang sebelumnya ambruk kini diperbaiki secara darurat.
Perbaikan jembatan yang menjadi jalur utama menuju Desa Agung Baru itu mulai dilakukan sejak Selasa 14 April 2026, setelah sebelumnya terputus selama hampir sepekan akibat runtuhnya struktur jembatan pada Rabu 8 April 2026 usai hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sepanjang malam.
Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di Pos Polisi Sungai Boh, Cristian, menyampaikan bahwa proses perbaikan melibatkan aparat dan masyarakat setempat guna mempercepat pemulihan konektivitas wilayah.
“Pemerintah kecamatan Sungai bho bersama unsur terkait telah menurunkan alat untuk mempercepat pengerjaan jembatan darurat,” kata Cristian, sebagaimana diberitakan Berita Sampit, Rabu, (15/04/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi satu-satunya jalur utama penghubung antarwilayah di kawasan perbatasan Apau Kayan, sehingga perbaikan darurat harus segera dilakukan untuk menghindari isolasi wilayah yang lebih lama.
“Proses perbaikan berjalan, akses jalan sudah mulai bisa dilewati secara terbatas,” tuturnya.
Menurut Cristian, masyarakat setempat berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, mengingat ketergantungan tinggi terhadap infrastruktur tersebut.
“Wilayah Perbatasan Apau Kayan ini kembali sangat tergantung dengan infrastruktur perbatasan, khususnya di daerah terpencil yang sangat bergantung pada satu jalur utama transportasi,” ujarnya.
Sementara itu, aktivitas warga yang sempat terhambat kini mulai berangsur normal meskipun masih dibatasi, seiring dengan proses perbaikan yang terus berlangsung. Pemerintah setempat diharapkan dapat segera mengambil langkah lanjutan untuk pembangunan infrastruktur yang lebih permanen demi menjamin kelancaran mobilitas di wilayah perbatasan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan