Pesta Rakyat menutup TMMD ke-128 di Bontang yang dinilai berhasil memperkuat pembangunan infrastruktur, pemberdayaan warga, dan sinergi lintas sektor.
BONTANG – Program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), resmi ditutup melalui Pesta Rakyat yang berlangsung meriah dan dipadati warga. Kegiatan ini menjadi penanda keberhasilan kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, perusahaan, perbankan, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Penutupan program pengabdian selama 30 hari itu diinisiasi Komando Distrik Militer (Kodim) 0908/Bontang. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir langsung bersama Komandan Kodim (Dandim) 0908/Bontang Ardiansyah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan perusahaan, perbankan, serta elemen masyarakat.
“TMMD ini luar biasa karena TNI hadir di tengah masyarakat, membangun jalan, jembatan, memberikan penyuluhan, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Kota Bontang,” papar Neni dalam sambutannya, sebagaimana dilansir PPID Setda, Jumat, (22/05/2026).
Neni menilai, pelaksanaan TMMD tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara pemerintah, TNI, dunia usaha, dan warga. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting dalam menjaga kualitas pembangunan di Bontang.
Lebih jauh, Neni menegaskan sinergi pentahelix antara pemerintah, perusahaan, dan Forkopimda merupakan salah satu kekuatan yang mendukung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bontang yang menyentuh angka 83,45 persen.
Selain pembangunan jalan dan jembatan, program TMMD ke-128 juga diisi dengan penyuluhan, penguatan wawasan kebangsaan, serta kegiatan olahraga masyarakat, seperti turnamen voli dan basket. Rangkaian kegiatan itu dinilai memperluas manfaat TMMD karena tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan sosial warga.
Pesta Rakyat penutupan TMMD turut menghadirkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan tenant. Kehadiran UMKM menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memberi ruang promosi bagi pelaku usaha masyarakat.
Suasana penutupan semakin meriah dengan kuis interaktif, pembacaan pantun, dan hiburan dari artis ibu kota. Antusiasme warga menunjukkan TMMD tidak hanya dipandang sebagai program pembangunan, tetapi juga ruang kebersamaan antara aparat, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Dandim 0908/Bontang Ardiansyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan TMMD ke-128. Ia berharap hasil pembangunan yang telah diwujudkan dapat dijaga dan dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Penutupan Pesta Rakyat TMMD ke-128 di Bontang juga menjadi momentum untuk mengajak warga menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan lingkungan, serta merawat hasil pembangunan yang telah dikerjakan bersama. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan