Dua warga Baamang Hilir tertipu penjual beras murah setelah karung yang dibeli ternyata hanya berisi sedikit beras di bagian atas dan pasir di bagian bawah.
KOTAWARINGIN TIMUR – Pemerintah Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengimbau warga lebih waspada terhadap modus penipuan penjualan barang murah setelah dua warga menjadi korban penjualan beras berisi pasir, Minggu (07/06/2026).
Korban bernama Jamilah (58), warga Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir. Pedagang nasi kuning itu tertipu setelah membeli beras dari pria tidak dikenal yang menawarkan harga lebih murah dari pasaran. Tetangganya, Jumah, juga ikut menjadi korban.
Peristiwa itu bermula saat Jamilah dan Jumah berada di depan rumah. Keduanya didatangi seorang pria menggunakan sepeda motor Honda BeAT biru yang menawarkan beras seharga Rp14 ribu per kilogram. Pelaku memperlihatkan sampel beras dalam kantong plastik sehingga korban percaya.
“Setelah melakukan tawar-menawar, harga disepakati menjadi Rp 13 ribu per kilogram. Jamilah kemudian membeli 20 kilogram beras, sementara Jumah membeli 10 kilogram,” ujar Jamilah, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Senin, (08/06/2026).
Untuk meyakinkan korban, pelaku mengaku menjual beras milik kakaknya karena tidak mendapat upah. Pelaku juga sempat meminjam uang Rp10 ribu dengan alasan membeli bahan bakar sebelum mengambil beras yang disebut disimpan di tempat lain.
“Sekitar 10 menit kemudian, pria tersebut kembali membawa dua karung yang diklaim berisi total 31 kilogram beras. Korban pun menyerahkan uang sebesar Rp 400 ribu ditambah Rp 10 ribu yang sebelumnya dipinjam pelaku,” ujarnya.
Kecurigaan muncul saat Jamilah dan Jumah hendak membagi beras tersebut. Setelah karung dibuka, mereka mendapati hanya bagian atas yang berisi beras, sedangkan bagian bawahnya dipenuhi pasir.
“Pas kami buka untuk ditimbang ternyata bagian atasnya memang beras, tapi di bawahnya pasir semua. Saat itu orangnya sudah pergi,” ujarnya lagi.
Akibat kejadian itu, Jamilah dan Jumah mengalami kerugian total Rp410 ribu. Meski nilainya tidak besar, kasus tersebut menjadi peringatan bagi warga agar tidak mudah tergiur barang murah dari orang tidak dikenal.
Lurah Baamang Hilir Reza Aji Maulana Abdi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pelaku diduga menggunakan cerita yang menyentuh untuk mendapatkan kepercayaan warga, termasuk mengaku membutuhkan biaya pengobatan bagi istrinya yang sedang sakit.
Menurut Reza, modus seperti itu memanfaatkan rasa iba masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kelurahan Baamang Hilir telah menyampaikan imbauan kepada warga melalui grup komunikasi dan para Ketua Rukun Tetangga (RT).
“Kami sudah mengingatkan warga melalui grup komunikasi dan para ketua RT agar tidak mudah percaya terhadap modus seperti ini,” kata Reza.
Informasi yang beredar menyebutkan modus serupa diduga pernah terjadi di wilayah Baamang. Warga diminta lebih teliti sebelum membeli barang dari orang tidak dikenal, terutama jika harga yang ditawarkan jauh di bawah pasaran dan disertai alasan mendesak. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan