Tiga ular kobra ditemukan mati dengan tubuh hangus di lahan gambut yang terbakar di Desa Kuala Dua saat petugas Manggala Agni melakukan pemadaman dan pendinginan.
KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), tidak hanya menyisakan lahan gambut terbakar dan kepulan asap, tetapi juga menelan korban satwa liar. Tiga ekor ular kobra ditemukan mati dengan kondisi tubuh hangus di area kebakaran, Kamis (03/09/2026).
Temuan tersebut memperlihatkan dampak karhutla terhadap kehidupan satwa yang berada di kawasan terdampak. Tiga bangkai ular kobra ditemukan di sekitar lahan yang tengah dipadamkan dan didinginkan petugas Manggala Agni, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis (03/09/2026).
Salah satu bangkai ular ditemukan petugas ketika melakukan proses pendinginan dengan menyiramkan air ke lahan gambut. Ular kobra tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar dua meter dan ditemukan dalam kondisi hangus akibat kebakaran.
Petugas kemudian mengangkat bangkai ular menggunakan tongkat kayu dan memindahkannya ke pinggir area yang sedang ditangani.
Dua bangkai kobra lainnya telah lebih dahulu ditemukan di pinggir lahan. Ukuran keduanya lebih kecil, masing-masing sekitar setengah meter, dengan bagian kulit terlihat hangus terbakar.
Temuan satwa yang mati terjadi ketika petugas Manggala Agni masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di kawasan gambut. Meski kobaran api tidak lagi terlihat di permukaan, asap masih terus keluar dari sejumlah titik.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tetap dilanjutkan untuk memastikan api yang berpotensi bertahan di lahan gambut tidak kembali muncul. Petugas bergotong royong membawa selang dan menyemprotkan air ke area yang masih mengeluarkan asap.
Pasokan air untuk pemadaman diperoleh dari aliran air di sekitar lokasi dengan menggunakan pompa. Pendinginan dilakukan menyeluruh pada bagian lahan yang terbakar untuk mencegah api kembali menyala dan meluas.
Matinya tiga ular kobra menjadi gambaran bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia akibat asap dan kerusakan lahan, tetapi juga mengancam satwa yang hidup di kawasan terdampak. Pengendalian kebakaran secara cepat dan menyeluruh menjadi penting untuk menekan kerusakan lingkungan serta risiko jatuhnya lebih banyak korban satwa liar. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan