Pemprov Kaltim menjadwalkan peresmian pusat pelayanan jantung terpadu, pembukaan Galeri UMKM, dan penanaman pohon sebagai bagian dari pembangunan sektor kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menjadwalkan tiga agenda pembangunan strategis pada Rabu (24/06/2026), meliputi peresmian Tower Awang Faroek sebagai pusat pelayanan jantung terpadu di Balikpapan, pembukaan Galeri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta penanaman pohon di sejumlah wilayah.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kaltim untuk memperkuat pelayanan kesehatan, memperluas pemasaran produk lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu agenda utama ialah peresmian Tower Awang Faroek di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Kanujoso Djatiwibowo, kawasan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Gedung tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelayanan jantung terpadu atau Heart Care Center pertama di Kaltim.
“Pada tanggal 24 Juni nanti, insyaallah apabila tidak ada kendala, kami akan melaksanakan peresmian Tower Awang Faroek,” ujar Rudy kepada awak media seusai mengikuti rapat pengarahan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (22/06/2026).
Kehadiran pusat pelayanan jantung terpadu itu diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung secara lebih lengkap di daerah. Fasilitas tersebut juga diproyeksikan mengurangi kebutuhan pasien untuk memperoleh layanan kesehatan spesialis di luar Kaltim.
Selain meresmikan fasilitas kesehatan, Pemprov Kaltim akan membuka Galeri UMKM di kawasan depan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Galeri tersebut disiapkan sebagai ruang promosi dan pemasaran produk unggulan daerah.
“Bersamaan dengan itu, kami juga akan melakukan kunjungan sekaligus meresmikan Galeri UMKM yang berada di depan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan,” kata Rudy.
Pemilihan kawasan bandara sebagai lokasi galeri diharapkan dapat mempertemukan produk UMKM dengan pasar yang lebih luas. Mobilitas penumpang dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kerajinan tangan, produk fesyen, makanan dan minuman khas, serta berbagai produk kreatif buatan pelaku usaha lokal.
Keberadaan galeri juga diharapkan membantu pelaku UMKM memperluas akses pemasaran, meningkatkan daya saing, dan memperkuat posisi produk lokal sebagai bagian dari identitas ekonomi Kaltim.
Pada sektor lingkungan, Pemprov Kaltim juga menjadwalkan kegiatan penanaman pohon di sejumlah wilayah. Program tersebut diarahkan untuk mendukung penghijauan dan menjaga keseimbangan lingkungan di tengah berlangsungnya pembangunan daerah.
“Termasuk juga ada beberapa kegiatan penanaman pohon di wilayah-wilayah yang ada di Kaltim,” tutur Rudy.
Melalui rangkaian agenda tersebut, Pemprov Kaltim berupaya menjalankan pembangunan secara terpadu dengan menggabungkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Pelaksanaan program itu diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Kaltim yang berkelanjutan. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan