Tim SAR Gabungan menemukan Rizki Wibowo dalam keadaan meninggal dunia pada hari kedua pencarian dan mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan.
SINTANG – Penemuan jenazah seorang pelajar berusia 17 tahun di Danau Biru, Kelurahan Marti Guna, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang (Sintang), menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan. Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan menemukan Rizki Wibowo pada hari kedua pencarian, Minggu (21/06/2026), setelah korban dilaporkan tenggelam ketika berenang sehari sebelumnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian sejak Minggu pagi dengan metode penyisiran permukaan di sekitar lokasi kejadian kecelakaan (LKK), sebagaimana diberitakan Kalbar Satu, Minggu, (21/06/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
“Pada pukul 13.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia (MD) pada koordinat 00°02’33.335″N – 111°28’28.196″E,” ujar I Made Junetra.
Rizki sebelumnya dilaporkan tenggelam ketika berenang di tengah Danau Biru pada Sabtu (20/06/2026). Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pencarian yang melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan.
Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dari lokasi. Proses evakuasi selesai pada pukul 13.35 WIB, kemudian jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pada pukul 13.47 WIB, Search Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi SAR karena korban telah ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian selanjutnya dikembalikan ke satuan masing-masing.
Junetra menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur SAR gabungan yang telah bekerja selama proses pencarian. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan masyarakat ketika berenang atau melakukan kegiatan lain di sungai, danau, maupun kawasan perairan.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan, baik saat berenang maupun melakukan kegiatan lainnya,” tutupnya.
Musibah tersebut diharapkan menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak berenang sendirian, mengenali kondisi dan kedalaman perairan, serta menggunakan perlengkapan keselamatan untuk mencegah kejadian serupa terulang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan