Tragedi Laut Kotabaru, Kapten Kapal Tewas dan Satu ABK Belum Ditemukan

Kapal perenggek ikan Mega Harapan terbelah dua setelah diduga ditabrak kapal besar di perairan Labuan Mas, menyebabkan satu kapten meninggal dunia dan satu ABK masih hilang.

KOTABARU – Pencarian terhadap satu anak buah kapal (ABK) bernama Gilang masih dilakukan setelah kapal perenggek ikan Mega Harapan diduga ditabrak kapal besar di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (16/06/2026) sekitar pukul 09.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Insiden itu menyebabkan kapal nelayan tersebut terbelah dua. Kapten kapal, Muhamad Alwi, ditemukan meninggal dunia, sementara lima ABK lainnya berhasil selamat setelah dievakuasi nelayan yang melintas.

Kapal Mega Harapan sebelumnya berangkat dari Pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung dengan tujuh orang di dalam kapal. Saat melintas di perairan Desa Labuan Mas, kapal itu diduga dihantam kapal berbahan besi berwarna putih-biru.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pulau Laut Selatan, Ramli Aziz, mengatakan benturan berlangsung cepat sehingga para ABK tidak sempat mengidentifikasi kapal yang menabrak mereka, sebagaimana diwartakan Radarbanjarmasin, Selasa, (16/06/2026).

“Berdasarkan data awal yang kami himpun, ada tujuh orang di dalam kapal tersebut. Fokus utama kami saat ini adalah melakukan pencarian intensif bersama nelayan lokal terhadap satu korban atas nama Gilang yang hingga kini belum ditemukan,” tegas Ramli.

Saat kejadian, empat ABK sedang tertidur setelah bekerja, sedangkan satu orang lainnya berada di buritan untuk memasak. Para korban selamat baru tersadar setelah berada di laut dan mendapati kapal yang mereka tumpangi nyaris tenggelam.

Sekitar pukul 13.00 WITA, lima ABK berhasil dievakuasi nelayan yang melintas. Mereka kemudian dibawa ke Desa Labuan Mas untuk mendapatkan pertolongan.

Kepala Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Kepolisian Resor (Polres) Kotabaru, Mohammad Zaini, membenarkan peristiwa tersebut. Namun, hingga Selasa malam, identitas kapal yang diduga menabrak Mega Harapan belum diketahui.

“Benar, musibah tersebut terjadi. Namun untuk saat ini kami belum bisa memastikan kapal apa yang menabrak karena semuanya masih dalam proses penyelidikan intensif,” ujarnya.

Zaini mengatakan personel Satuan Polairud (Satpolairud) Polres Kotabaru telah diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat pencarian korban sekaligus mengumpulkan bukti terkait kecelakaan laut tersebut.

“Penyebab pasti dan identitas kapal sedang kami selidiki secara mendalam di lapangan. Kami juga mengimbau kepada seluruh nelayan agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melaut, mengingat cuaca dan lalu lintas kapal besar yang terkadang tidak terduga,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan nelayan saat melaut, terutama di perairan yang dilintasi kapal besar. Aparat bersama nelayan lokal masih berupaya menemukan korban hilang dan mengungkap kapal yang diduga terlibat dalam tabrakan tersebut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com