Pesawat pengebom strategis Tu-160 Rusia menjalani penerbangan latihan selama 16 jam di Laut Barents dan Laut Norwegia dengan agenda pengisian bahan bakar di udara.
TEHERAN – Pesawat pengebom strategis Tu-160 milik Rusia menjalani penerbangan latihan selama sekitar 16 jam di atas perairan netral Laut Barents dan Laut Norwegia, dengan agenda utama berupa pengisian bahan bakar di udara.
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pelaksanaan misi tersebut pada Selasa (23/06/2026). Namun, kementerian tidak menjelaskan secara terperinci waktu keberangkatan dan kepulangan pesawat tersebut.
Selama penerbangan, awak Tu-160 melakukan latihan pengisian bahan bakar dari pesawat tanker saat berada di udara. Kemampuan tersebut memungkinkan pesawat memperpanjang jangkauan dan durasi penerbangan tanpa harus kembali ke pangkalan.
Tu-160 mendapat pengawalan dari pesawat tempur MiG-31 milik Rusia. Dalam beberapa bagian penerbangan, pesawat pengebom tersebut juga disebut dikawal sejumlah jet tempur negara asing, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia pada Selasa, (23/06/2026).
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan seluruh penerbangan dilakukan sesuai dengan ketentuan internasional mengenai penggunaan wilayah udara. Rute yang dilalui disebut berada di atas perairan netral dan tidak memasuki wilayah udara negara lain.
Penerbangan semacam itu bukan kali pertama dilakukan Rusia. Pesawat militer negara tersebut secara rutin beroperasi di atas perairan netral kawasan Arktik, Atlantik Utara, Samudra Pasifik, Laut Baltik, dan Laut Hitam.
Misi selama 16 jam itu menunjukkan kemampuan penerbangan jarak jauh Tu-160 sekaligus menjadi bagian dari latihan kesiapan awak pesawat pengebom strategis Rusia. Aktivitas tersebut diperkirakan tetap mendapat perhatian negara-negara di kawasan Eropa Utara karena berlangsung di sekitar Laut Norwegia. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan