Nancy Sinatra mengecam Donald Trump atas unggahan video Frank Sinatra yang memicu perdebatan etika penggunaan karya musik dalam konteks politik.
WASHINGTON – Kontroversi penggunaan karya musik legendaris kembali mencuat di Amerika Serikat setelah Nancy Sinatra mengkritik Presiden Donald Trump yang mengunggah video penampilan Frank Sinatra membawakan lagu “My Way” di tengah situasi geopolitik yang dinilai sensitif.
Video berdurasi hampir empat menit tersebut diunggah Donald Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Sabtu, (18/04/2026), tanpa penjelasan konteks yang menyertainya. Unggahan itu kemudian memicu perdebatan publik, tidak hanya terkait penggunaan karya musik ikonik, tetapi juga waktu publikasinya yang bertepatan dengan meningkatnya ketegangan hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Nancy Sinatra, putri dari Frank Sinatra, menyampaikan keberatannya secara terbuka melalui akun resmi X miliknya. “Ini adalah sebuah penistaan,” tulis Nancy Sinatra (85) melalui akun resmi X miliknya pada Selasa (21/04/2026), menanggapi unggahan Trump tersebut dengan nada penuh kekecewaan, sebagaimana diberitakan Fin.co, Selasa, (21/04/2026).
Menurut keluarga Sinatra, penggunaan karya Frank Sinatra tanpa konteks yang jelas dianggap sebagai tindakan yang berpotensi mengaburkan makna artistik serta warisan budaya sang penyanyi legendaris. Mereka menilai, pemanfaatan karya tersebut dalam ruang politik tanpa izin atau penjelasan dapat menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
Unggahan tersebut juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai batas penggunaan karya musik dalam konteks politik di era media sosial, termasuk etika penggunaan warisan budaya figur publik dalam komunikasi politik modern.
Hingga kini, pihak Gedung Putih belum memberikan penjelasan resmi terkait unggahan tersebut. Sementara itu, polemik ini terus berkembang di ruang digital, dengan berbagai respons dari publik yang mempertanyakan batas antara ekspresi politik dan penghormatan terhadap karya seni.
Perdebatan ini diperkirakan masih akan berlanjut seiring meningkatnya perhatian publik terhadap penggunaan simbol budaya dalam dinamika politik internasional. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan