Polri memastikan kondisi keamanan nasional tetap kondusif dan meminta masyarakat tidak mengaitkan pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dengan isu gangguan keamanan.
JAKARTA – Polri Pastikan Kondisi Keamanan Kondusif, Masyarakat Diminta Tak Terpengaruh Isu Gangguan Kamtibmas Kepolisian memastikan situasi keamanan nasional menjelang rangkaian kegiatan pada Agustus 2026 tetap terkendali dan tidak ditemukan indikasi gangguan menonjol. Pernyataan itu disampaikan Asisten Utama Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Astamaops Kapolri) Fadil Imran menanggapi munculnya perhatian publik terhadap pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta.
Fadil mengatakan, berdasarkan pemantauan kepolisian melalui sistem pelaporan operasional harian, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih dalam keadaan normal. Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan pemasangan pagar oleh pengelola pusat perbelanjaan dengan isu ancaman keamanan tertentu.
“Sampai hari ini, berdasarkan data daily operating reporting system, itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada,” kata Fadil di Jakarta, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Senin (03/08/2026).
Menurut Fadil, pemasangan pagar merupakan kebijakan yang dapat dilakukan pemilik properti sebagai bagian dari pengelolaan fasilitas. Ia mengingatkan agar fenomena tersebut tidak berkembang menjadi narasi yang memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya,” ujarnya.
Fadil menegaskan, kepolisian tidak menyiapkan langkah khusus terkait isu tersebut karena sistem pengamanan telah berjalan secara rutin setiap hari. Personel kepolisian, termasuk unsur Brigade Mobil (Brimob) dan Samapta Bhayangkara (Sabhara), tetap menjalankan kesiapsiagaan sesuai tugas masing-masing.
“Setiap hari kami jaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga. Jadi tidak ada (antisipasi khusus), biasa saja, semua kita siaga selalu,” tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta diketahui memasang pagar dengan ukuran relatif tinggi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta kemudian meminta masyarakat tidak berlebihan menyikapi kondisi tersebut karena situasi ibu kota masih aman.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pemasangan pagar kemungkinan merupakan bentuk kekhawatiran dari pihak pengelola, tetapi meminta agar fasilitas tersebut nantinya tidak menjadi pembatas aktivitas masyarakat.
“Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” kata Pramono.
Pemprov DKI juga melakukan koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta pihak terkait lainnya untuk menjaga kondisi Jakarta tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M,” ucapnya.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Ia meminta publik melakukan pengecekan fakta sebelum mempercayai kabar yang beredar.
“Kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar nggak ‘fear monger’ yang sedang beredar itu,” kata Hasan.
Hasan menyebut pemerintah terus menjalankan berbagai program dan komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelaku usaha. Menurut dia, kondisi nasional saat ini tetap memberikan ruang untuk pertumbuhan dan aktivitas ekonomi.
“Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada alasan buat kita nggak maju,” ujarnya.
Pemerintah dan aparat keamanan berharap masyarakat tetap menjaga ketenangan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi agar stabilitas keamanan tetap terpelihara menjelang berbagai agenda nasional pada Agustus 2026. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan