Sebanyak 18 titik kebakaran muncul di Kotim dalam sehari dan beberapa di antaranya berada dekat permukiman, sementara total lahan terbakar sejak Januari 2026 telah melampaui 1.400 hektare.
KOTAWARINGIN TIMUR – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), semakin dirasakan warga setelah sejumlah titik api mendekati kawasan permukiman. Sebanyak 18 titik kebakaran tercatat muncul pada Kamis (27/08/2026), sementara luas lahan yang terbakar sejak Januari telah mencapai lebih dari 1.400 hektare.
Sejumlah kebakaran berada tidak jauh dari rumah warga, antara lain di Jalan Cilik Riwut Kilometer 6,5, Jalan Metro TV, serta Jalan H.M. Arsyad Kilometer 4,5, Sampit. Kondisi tersebut membuat warga ikut berupaya memadamkan api dan memastikan bara tidak kembali menyala.
Warga Jalan Cilik Riwut Kilometer 6,5, Mahdi Irawan, mengatakan kebakaran terjadi setelah dirinya menjemput anak pulang sekolah. Api yang berada dekat dengan permukiman membuat keluarganya turut membantu melakukan pemadaman.
“Kebakaran mulai siang setelah menjemput anak pulang sekolah, kemudian anak bersama keponakan ikut memadamkan api, karena api dekat dengan rumah,” kata Mahdi di Kotawaringin, dikutip Jumat, (28/08/2026).
Upaya penyiraman terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran. Situasi tersebut menggambarkan bagaimana karhutla tidak hanya berdampak terhadap lahan, tetapi mulai mengancam aktivitas dan keamanan warga di sekitar lokasi kebakaran.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, sebagaimana diberitakan Metrotvnews, Jumat, (28/08/2026), luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga 27 Agustus 2026 telah mencapai lebih dari 1.400 hektare. Luasan tersebut masih berpotensi bertambah seiring munculnya kebakaran di sejumlah wilayah.
Kemarau panjang dan cuaca panas disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerawanan kebakaran. Satuan Tugas (Satgas) Karhutla bersama unsur terkait masih melakukan pemadaman di sejumlah lokasi untuk mencegah api meluas.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim saat ini juga masih berada dalam periode siaga darurat karhutla dan kekeringan. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kewaspadaan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan lahan mudah terbakar.
Meningkatnya luas lahan terbakar serta munculnya api di sekitar rumah warga menjadi peringatan agar upaya pencegahan dan pemadaman dilakukan sedini mungkin. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan setiap kemunculan api atau asap agar kebakaran dapat ditangani sebelum menjalar ke permukiman yang lebih luas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan