3 Chinook Jepang Jatuhkan 220 Ton Air, Misi Karhutla Kalimantan Berakhir

Tiga helikopter CH-47 Chinook Jepang menyelesaikan 40 operasi water bombing dengan menjatuhkan lebih dari 220 ton air untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

MEMPAWAH – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang melibatkan tiga helikopter CH-47 Chinook milik Jepang berakhir setelah 40 kali penerbangan dengan lebih dari 220 ton air dijatuhkan ke titik kebakaran di Kalimantan Barat. Atas kontribusi tersebut, Pemerintah Indonesia menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF).

Penganugerahan tanda kehormatan itu dilakukan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin atas nama negara di atas kapal JMSDF JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/09/2026). Sebanyak 92 personel hadir dalam upacara tersebut sebagai perwakilan penerima penghargaan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan, operasi udara yang dilakukan pasukan Jepang dinilai telah membantu mencegah meluasnya kebakaran. Pemerintah Indonesia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

“Pemerintah Indonesia menginformasikan kepada pihak Jepang bahwa kontribusi operasi pemadaman udara (water bombing) Pasukan Bela Diri Jepang telah berhasil mencegah meluasnya kebakaran,” kata Berton kepada Kompas.com, Rabu (30/09/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu, (30/09/2026).

Tiga helikopter Chinook yang dibawa kapal JS Kunisaki mulai menjalankan misi kemanusiaan setelah kapal tersebut tiba di Pelabuhan Kijing pada 10 September 2026. Kapal itu sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Kure, Prefektur Hiroshima, pada 30 Agustus 2026.

Misi tersebut menjadi operasi pemadaman karhutla luar negeri pertama yang dilakukan militer Jepang. Dalam pelaksanaannya, tiga Chinook diarahkan untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah Pontianak dan Ketapang, Kalimantan Barat.

“Selama beroperasi, tiga unit helikopter Chinook telah melakukan 40 kali operasi udara dengan menjatuhkan lebih dari 220 ton air,” ungkap Berton.

Menurut Berton, bantuan tersebut tidak berdiri sendiri karena diintegrasikan dengan penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah Indonesia. Setelah misi Jepang berakhir, penanganan lapangan disebut telah dapat dilanjutkan secara mandiri oleh Satgas Nasional yang terdiri atas Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan.

“Bantuan militer Jepang ini merupakan wujud konkret kerja sama antara Kementerian Pertahanan dua negara untuk memperluas operasi pertahanan, termasuk latihan militer dan operasi kemanusiaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo Infohan Setjen Kemhan) Rico Ricardo Sirait mengatakan, JS Kunisaki bersama pasukan Jepang dan tiga Chinook bersiap meninggalkan Indonesia setelah seluruh kebutuhan kepulangan diselesaikan.

“Diperlukan waktu beberapa hari ke depan untuk penyiapan kelengkapan logistik dan administrasi kepulangan sebelum mereka secara resmi bertolak meninggal pelabuhan,” ucap Rico kepada Kompas.com, Rabu (30/09/2026).

Dalam upacara penghargaan di JS Kunisaki, tiga personel menerima penyematan Satyalancana Dharma Samudera secara simbolis. Mereka adalah Commander Deployed Task Force Col. Nakahara Shunji, Commander Maritime Deployed Task Force Col. (Navy Captain) Noma Toshihide, dan Commander Aviation Unit Lt. Col. Wakatsuki Shinichi.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyebut penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dharma bakti personel JMSDF dalam mendukung penanganan karhutla. Dari 361 penerima, 92 personel hadir secara langsung dalam upacara di Mempawah.

“Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin atas nama negara menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Dharma Samudera kepada personel JMSDF yang telah memberikan dharma bakti dalam mendukung penanganan karhutla,” bunyi keterangan Kemhan, dikutip Rabu (30/09/2026).

Menhan Sjafrie juga menegaskan bahwa pengerahan unsur JMSDF merupakan bagian dari implementasi hubungan bilateral dan Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA) antara Indonesia dan Jepang.

“Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kehadiran bantuan dan pengerahan unsur JMSDF ini merupakan wujud konkret dari implementasi hubungan bilateral serta Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA) antara Indonesia dan Jepang, baik yang sedang berjalan maupun di masa depan,” jelasnya.

Kemhan menjelaskan, kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang tidak hanya diwujudkan melalui dialog dan latihan militer, tetapi juga melalui operasi kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi krisis. Penghargaan terhadap ratusan personel Jepang sekaligus menandai berakhirnya dukungan operasi udara yang telah memperkuat kemampuan pemadaman karhutla di Kalimantan. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *