BONTANG – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas poros Samarinda–Bontang, tepatnya di Kilometer 66, Desa Prangat Selatan, Rabu (25/02/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil penumpang berwarna putih dan satu unit truk berwarna hijau yang sama-sama melaju dari arah Samarinda menuju Bontang.
Berdasarkan keterangan dari Petugas Patroli Jalan Raya (PJR), Ipda Jatmiko, kedua kendaraan melintas di jalur yang sama dengan kondisi jalan menurun. Situasi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya tabrakan.
Ipda Jatmiko menjelaskan bahwa truk yang berada di posisi depan sempat berupaya mendahului kendaraan lain. Namun, karena terdapat kendaraan di depannya, sopir truk melakukan pengereman secara tiba-tiba. “Saat truk mencoba menyalip di jalur turunan, ternyata ada kendaraan lain di depannya sehingga sopir harus mengerem mendadak,” terangnya.
Pada saat bersamaan, mobil pribadi yang berada tepat di belakang truk tidak memiliki jarak aman yang memadai. Kondisi itu membuat pengemudi mobil tidak sempat melakukan antisipasi ketika truk berhenti mendadak. “Karena jaraknya sudah terlalu dekat, pengemudi mobil tidak dapat menghindari benturan,” jelas Jatmiko.
Akibat tabrakan tersebut, bagian depan mobil putih mengalami kerusakan cukup berat hingga ringsek. Sementara itu, truk hanya mengalami kerusakan ringan dan tetap dapat dikendalikan. Meski kerusakan kendaraan cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengemudi mobil dilaporkan selamat, meskipun mengalami syok ringan akibat benturan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga jarak aman, terlebih ketika berada di belakang kendaraan besar seperti truk. Jalur menurun juga menuntut kewaspadaan ekstra karena jarak pengereman cenderung lebih panjang.
Kepolisian mengimbau para pengendara untuk meningkatkan konsentrasi dan tidak tergesa-gesa, khususnya menjelang waktu berbuka puasa ketika volume kendaraan meningkat. “Kami mengingatkan pengemudi agar tetap tenang dan tidak memaksakan kecepatan. Keselamatan jauh lebih penting daripada mengejar waktu,” tegas Ipda Jatmiko.
Selain itu, pengemudi juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian serta mengantisipasi potensi pengereman mendadak di jalur padat. Dengan disiplin berlalu lintas dan kesadaran menjaga jarak aman, risiko kecelakaan serupa diharapkan dapat diminimalkan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan