BERAU – Ramadan 2026 tidak membuat warga Berau cemas. Pemerintah Kabupaten setempat menegaskan stok bahan pokok aman, sementara harga dijaga tetap wajar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pengawasan intensif.
Di pasar tradisional Tanjung Redeb, Kamis (26/02/2026), warga tampak berbelanja seperti biasa. Rakhmadi Pasarakan, Kepala Dinas Pangan Berau, mengungkapkan bahwa timnya rutin mengecek harga dan ketersediaan komoditas strategis. “Kami pastikan beras, minyak goreng, telur, dan gula tersedia. Jika ada kenaikan, masih dalam batas normal dan tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rakhmadi, program GPM dijalankan tidak sendirian. Pemerintah bekerja sama dengan distributor, pedagang, dan aparat keamanan. “Kami juga libatkan Bappenas dan Polda Kaltim untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Tujuannya agar tidak ada penimbunan atau spekulasi yang bisa bikin harga melonjak,” jelasnya.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Tanjung Redeb, Ibu Sari (42), menyatakan lega dengan kehadiran program ini. “Biasanya Ramadan harga cepat naik, tapi sekarang aman. Warga jadi tenang belanjanya,” kata Sari.
Rakhmadi menambahkan bahwa timnya terus memantau harga di lapangan hingga mendekati Idulfitri. “Setiap hari kami cek harga dan stok, bahkan turun ke pasar untuk melihat kondisi nyata. Tujuannya agar warga tidak panik menghadapi Ramadan,” tegasnya.
Hasil pantauan awal menunjukkan ketersediaan bahan pokok mencukupi untuk beberapa pekan ke depan. Beberapa komoditas memang sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), namun menurut Rakhmadi hal itu wajar karena dipengaruhi biaya transportasi dan harga dari daerah asal.
Dengan langkah ini, Pemkab Berau berharap masyarakat bisa fokus beribadah dan menikmati Ramadan tanpa terbebani kekhawatiran soal pasokan pangan. “Kami ingin Ramadan di Berau berjalan lancar, warga merasa aman, dan Idulfitri nanti semua kebutuhan pokok tersedia,” pungkasnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan