PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka persiapan pelayanan dan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Catur Prasatya Polres PPU, Senin (02/03/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang, unsur TNI–Polri, serta perwakilan perangkat daerah dan instansi terkait lainnya. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dalam forum tersebut, dibahas berbagai aspek krusial, mulai dari pengamanan arus lalu lintas, kesiapan infrastruktur, fasilitas kesehatan, hingga dukungan logistik bagi petugas di lapangan. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi langkah strategis guna menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif selama rangkaian perayaan Idul Fitri.
Dalam arahannya, Nicko Herlambang menegaskan pentingnya optimalisasi peran masing-masing perangkat daerah sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Ia meminta agar seluruh instansi terkait memaksimalkan kesiapan pelayanan publik, terutama pada masa libur panjang menjelang dan sesudah Idul Fitri.
Ia menyampaikan bahwa penggelaran pelayanan selama masa libur menjelang Idul Fitri menjadi tanggung jawab bersama sesuai tupoksi masing-masing instansi.
” Kami mengingatkan agar persoalan infrastruktur tidak memicu polemik di tengah masyarakat, khususnya terkait ruas jalan tol yang belum sepenuhnya rampung, ” kata Nicko.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya transparansi informasi kepada masyarakat, terutama menyangkut kesiapan infrastruktur yang akan digunakan selama periode mudik. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.
Ia menambahkan bahwa lintasan yang digunakan harus benar-benar dalam kondisi siap dan aman. Jika terdapat ruas jalan yang belum selesai pengerjaannya, hal itu sebaiknya disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan risiko maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Selain persoalan infrastruktur, kesiapan sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah diminta memastikan fasilitas kesehatan, tenaga medis, serta ambulans dalam kondisi siaga. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun gangguan kesehatan selama arus mudik dan arus balik.
Tak kalah penting, dukungan logistik bagi petugas di lapangan juga menjadi sorotan. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan sarana pendukung operasional lainnya harus dipastikan aman guna menunjang kelancaran tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat selama libur Lebaran.
Sementara itu, Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini merupakan agenda rutin pengamanan Hari Raya Idul Fitri yang melibatkan berbagai unsur, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, maupun instansi terkait lainnya.
Kapolres menyebutkan, koordinasi yang solid antarinstansi sangat penting untuk memastikan arus mudik dan arus balik berjalan aman serta masyarakat merasa terlindungi. Ia menegaskan bahwa kesiapan personel dan sarana prasarana telah dipetakan sesuai dengan potensi kerawanan di wilayah hukum Polres PPU.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di titik-titik strategis. Pos tersebut akan difokuskan pada kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi, seperti jalur utama mudik, pusat keramaian, serta objek wisata yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
Keberadaan pos pengamanan dan pelayanan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi pusat informasi bagi masyarakat. Petugas akan bersiaga selama 24 jam guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan, maupun keadaan darurat lainnya.
Melalui kolaborasi dan kesiapan seluruh pihak, perayaan Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan rasa nyaman dan penuh kebahagiaan.
Sinergi lintas sektor yang terbangun dalam rapat koordinasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan seluruh elemen, momentum Idul Fitri diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mencerminkan kesiapan pemerintah dalam melayani dan melindungi masyarakat. []
Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan