KUTAI KARTANEGARA – Kebutuhan hunian terjangkau di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah Tenggarong. Menjawab kebutuhan tersebut, perumahan Griya Tambak Rel Tahap 4 kembali menghadirkan rumah subsidi dengan harga mulai Rp182 juta. Kawasan ini berlokasi di Jalan Tambak Rel, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong.
Program tahap keempat ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin memiliki rumah pertama dengan skema pembiayaan ringan. Marketing Griya Tambak Rel, Firdha, saat diwawancarai Senin (02/03/2026), menjelaskan bahwa proyek ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses hunian layak bagi masyarakat yang selama ini terkendala biaya.
“Untuk tipe subsidi 36/100, harga mulai Rp182 juta dengan DP Rp5.500.000. Itu sudah termasuk SHGB, PBB, IMB, serta instalasi PDAM dan PLN,” ujar Firdha.
Tipe 36/100 memiliki luas bangunan 36 meter persegi di atas lahan 100 meter persegi (8 x 12,5 meter). Selain tipe tersebut, tersedia pula pilihan luas tanah lebih besar seperti tipe 36/112, 36/128, hingga 36/144.
Harga unit berkisar antara Rp250 juta hingga Rp330 juta, tergantung posisi dan luas kavling. Untuk unit hook di jalan utama dengan lokasi lebih strategis, harga ditawarkan mulai Rp280 juta.

Dari sisi pembiayaan, pengembang bekerja sama dengan sejumlah perbankan, yakni Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (BPD Kaltimtara), serta Bank Tabungan Negara Syariah (BTN Syariah). Calon pembeli dapat memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui bank-bank tersebut.
Untuk rumah seharga Rp182 juta, estimasi cicilan berkisar Rp1,9 juta per bulan untuk tenor 10 tahun, Rp1,4 juta per bulan untuk 15 tahun, dan Rp1,2 juta per bulan untuk 20 tahun. Sementara unit seharga Rp250 juta memiliki estimasi cicilan sekitar Rp2,7 juta per bulan (10 tahun), Rp2,25 juta (15 tahun), dan Rp2 juta (20 tahun).
Selain DP, terdapat biaya tambahan yang perlu dipersiapkan, meliputi BPHTB Rp5.100.000, biaya balik nama, AJB dan PNBP Rp5.000.000, serta administrasi bank, appraisal dan LPA Rp2.500.000. Total biaya tambahan mencapai Rp12.600.000, sehingga dana awal yang perlu disiapkan sekitar Rp18.100.000 termasuk DP.
Dari sisi fasilitas, kawasan ini dilengkapi jalan lingkungan beraspal, akses kendaraan roda dua dan roda empat, drainase, penerangan jalan, serta mushola di lingkungan perumahan. Lokasinya juga dekat dengan Puskesmas, fasilitas pendidikan, ATM, minimarket, dan pasar tradisional, sehingga dinilai cukup menunjang kebutuhan harian penghuni.
Terkait progres penjualan, Firdha mengungkapkan bahwa hingga awal Maret 2026, sebanyak 34 unit rumah subsidi telah terjual. Sementara untuk tahap keempat ini, unit subsidi yang masih tersedia sekitar lima hingga enam unit. Beberapa unit lainnya masih dalam proses pembangunan.
“Untuk proses pembangunan, estimasi sekitar tiga sampai empat bulan, tergantung kondisi cuaca,” jelasnya.
Adapun persyaratan umum pembelian rumah subsidi antara lain berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, belum pernah memiliki rumah, serta memiliki penghasilan maksimal Rp11 juta per bulan bagi yang sudah berkeluarga dan Rp9 juta bagi lajang. Masa kerja minimal dua tahun untuk karyawan swasta dan tiga tahun bagi tenaga honorer.
Dokumen yang wajib dilengkapi meliputi fotokopi KTP suami-istri dan KK, surat nikah atau surat keterangan belum menikah, slip gaji dan rekening koran tiga bulan terakhir, NPWP dan SPT tahunan, serta surat keterangan kerja atau usaha. Berkas pengajuan KPR harus diserahkan maksimal tujuh hari setelah pembayaran booking fee, sementara persetujuan akhir tetap menjadi kewenangan pihak bank.
Dengan harga kompetitif, dukungan kerja sama perbankan, serta fasilitas lingkungan yang memadai, Griya Tambak Rel Tahap 4 diharapkan menjadi solusi hunian pertama bagi masyarakat Kukar yang mendambakan rumah layak dan terjangkau di kawasan Tenggarong. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan