MALUKU – Dugaan pencurian sapi di Kabupaten Buru menyeret seorang prajurit TNI. Polisi Militer (POM) mengamankan oknum anggota Yonif 735/Nawasena berinisial MK setelah diduga terlibat dalam kasus hilangnya ternak milik warga di Kecamatan Waeapo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (27/02/2026) di salah satu desa di wilayah itu. Informasi yang dihimpun menyebutkan sapi milik warga dilaporkan hilang, hingga akhirnya muncul dugaan keterlibatan seorang anggota militer.
Komandan Yonif 735/Nawasena, Letkol Inf Hendi Hendra Cahyana, memastikan bahwa proses hukum tengah berjalan dan kasus tersebut ditangani sesuai prosedur yang berlaku.
“Penanganan perkara ini sedang diproses. Seluruh fakta dan barang bukti masih dalam tahap pendalaman oleh aparat berwenang,” ujarnya, Senin (02/03/2026).
Ia menegaskan, institusi tidak akan menutup-nutupi atau memberikan perlindungan apabila prajurit tersebut terbukti melakukan pelanggaran hukum.
“Apabila hasil pemeriksaan menyatakan yang bersangkutan bersalah, maka tindakan tegas akan diberikan sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada toleransi untuk pelanggaran hukum,” tegasnya.
Saat ini, MK telah diamankan di Subdenpom XV/2-3 Namlea untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pihak kesatuan memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan terbuka.
“Oknum yang diduga terlibat sudah berada dalam pengawasan Polisi Militer. Pemeriksaan dilakukan secara objektif dan transparan,” tambah Hendi.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat, mengingat dugaan tindak pidana tersebut melibatkan aparat negara. Warga berharap proses hukum berjalan adil dan memberikan kepastian.
Hingga kini belum ada keterangan rinci mengenai kronologi detail dugaan pencurian tersebut. Namun aparat memastikan seluruh proses akan disampaikan secara terbuka setelah penyelidikan rampung. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan