Korut Uji Kapal Perang Nuklir, Kim Jong Un Kirim Sinyal Keras ke Dunia

PYONGYANG — Korea Utara kembali menunjukkan peningkatan kekuatan militernya dengan menggelar uji coba kapal perang yang dilengkapi peluncuran rudal jelajah. Kegiatan militer tersebut berlangsung pada awal pekan ini dan dipantau langsung oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Dilansir dari Korean Central News Agency (KCNA), Kamis (05/03/2026), uji coba tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional, terutama setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak Sabtu (28/02/2026).

Dalam laporan media pemerintah Korea Utara itu disebutkan bahwa Kim Jong Un melakukan inspeksi terhadap kapal perang kelas Choe Hyon, salah satu dari dua kapal perusak berbobot sekitar 5.000 ton yang diluncurkan Pyongyang pada tahun lalu sebagai bagian dari penguatan armada angkatan lautnya.

Kim memantau langsung rangkaian pengujian performa kapal tersebut pada Selasa (03/03/2026). Dalam kesempatan itu, ia menilai program penguatan militer laut Korea Utara terus mengalami perkembangan signifikan, khususnya terkait rencana integrasi sistem persenjataan nuklir pada armada laut.

Menurut Kim, penguatan kemampuan angkatan laut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pertahanan negara di wilayah maritim. Ia menegaskan bahwa pengembangan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah pertahanan Korea Utara.

“Upaya memperkuat armada laut dengan kemampuan persenjataan strategis merupakan perkembangan penting bagi sistem pertahanan negara,” ujar Kim Jong Un sebagaimana dilaporkan KCNA.

Ia juga menilai pencapaian tersebut menjadi kemajuan besar bagi Korea Utara dalam menjaga kedaulatan wilayah lautnya. Menurutnya, modernisasi armada laut menjadi bagian penting dari strategi keamanan nasional.

“Perubahan ini menjadi langkah besar dalam menjaga kedaulatan maritim dan meningkatkan kemampuan pertahanan negara di laut,” kata Kim.

Dalam uji coba tersebut, kapal perang yang diuji juga meluncurkan rudal jelajah jenis laut-ke-permukaan. Media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa peluncuran itu berjalan sesuai rencana dan menunjukkan kesiapan sistem persenjataan kapal.

Uji coba militer tersebut berlangsung tidak lama setelah Kim Jong Un memimpin Kongres Partai Buruh Korea yang digelar lima tahun sekali. Dalam forum politik tersebut, arah pembangunan militer Korea Utara kembali ditegaskan, termasuk peningkatan kekuatan strategis untuk menghadapi berbagai ancaman dari luar negeri.

Aktivitas militer Pyongyang ini juga terjadi saat situasi keamanan internasional tengah memanas. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir memicu respons balasan dari Teheran yang menyerang sejumlah target di Israel dan wilayah negara Teluk yang menjadi pangkalan militer Amerika Serikat.

Korea Utara sebelumnya juga mengecam keras serangan tersebut. Pemerintah Pyongyang menilai tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai bentuk agresi yang tidak sah dalam hubungan internasional.

Sementara itu, kapal perang kelas Choe Hyon yang diuji merupakan bagian dari program modernisasi armada laut Korea Utara. Selain dua kapal yang telah diluncurkan tahun lalu, media pemerintah Korea Utara juga melaporkan bahwa satu kapal perusak lainnya saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Sejumlah analis menilai aktivitas militer terbaru Korea Utara tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguatan kemampuan pertahanan negara, tetapi juga sebagai pesan geopolitik di tengah meningkatnya ketegangan global.

Pengamat Korea Utara, Yang Moo Jin, menilai langkah Pyongyang kemungkinan merupakan bentuk demonstrasi kekuatan militer yang berkaitan dengan dinamika konflik di Timur Tengah serta rencana latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat dalam waktu dekat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com