Empat Warga Terluka, Azerbaijan Tuduh Iran Lakukan Serangan Drone

BAKU — Ketegangan di kawasan Kaukasus kembali meningkat setelah pemerintah Azerbaijan menuduh Iran berada di balik serangan drone yang melukai sejumlah warga sipil. Insiden tersebut terjadi di wilayah otonom Nakhchivan dan memicu respons keras dari Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev.

Dilaporkan oleh kantor berita AFP, Kamis (05/03/2026), sedikitnya empat warga Azerbaijan mengalami luka-luka setelah dua drone menghantam area sekitar bandara serta wilayah dekat sebuah sekolah. Serangan itu disebut terjadi pada siang hari dan langsung memicu rapat darurat Dewan Keamanan Azerbaijan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Ilham Aliyev menilai serangan yang terjadi merupakan tindakan serius yang mengancam keamanan negaranya. Ia menyebut pemerintah Azerbaijan tidak akan tinggal diam terhadap insiden yang dianggap sebagai bentuk ancaman terhadap kedaulatan wilayah.

Aliyev menegaskan bahwa aparat militer Azerbaijan telah menerima instruksi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi eskalasi keamanan di kawasan tersebut.

Menurutnya, angkatan bersenjata Azerbaijan saat ini berada dalam tingkat kesiapan tertinggi untuk merespons setiap kemungkinan situasi yang berkembang.

“Kami telah mengarahkan seluruh struktur militer untuk meningkatkan kesiapan operasional dan mempersiapkan langkah yang diperlukan sebagai respons terhadap insiden ini,” ujar Aliyev dalam pernyataannya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Azerbaijan akan mengambil tindakan tegas jika keselamatan wilayah dan warga negaranya kembali terancam. “Militer Azerbaijan harus berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai kemungkinan dan mempertahankan keamanan negara,” lanjutnya.

Insiden tersebut dilaporkan melibatkan dua drone yang diduga terbang dari wilayah Iran menuju Nakhchivan. Wilayah tersebut merupakan eksklave Azerbaijan yang berbatasan langsung dengan Iran dan Turki, namun terpisah dari wilayah utama Azerbaijan oleh Armenia.

Meski demikian, pemerintah Iran langsung membantah tudingan tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa negaranya tidak menargetkan Azerbaijan dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

Menurutnya, target utama operasi drone Iran adalah fasilitas militer milik Amerika Serikat dan Israel yang disebut beroperasi di wilayah tersebut.

Gharibabadi menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk menyerang negara tetangganya. “Republik Islam Iran tidak memiliki tujuan menyerang Azerbaijan dan tidak menargetkan negara-negara tetangga,” ujarnya dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Tasnim, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (05/03/2026).

Ia menjelaskan bahwa operasi militer yang dilakukan Iran diarahkan pada fasilitas yang disebut digunakan oleh pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran.

Menurutnya, sejumlah pangkalan militer yang menjadi target serangan disebut berkaitan dengan aktivitas militer Amerika Serikat dan Israel yang dinilai mengancam keamanan Iran.

Insiden drone tersebut menambah daftar panjang ketegangan yang melibatkan Iran dan negara-negara di kawasan sekitarnya. Para analis menilai peristiwa ini berpotensi memicu eskalasi konflik regional, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Situasi di kawasan Kaukasus kini menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu titik sensitif dalam dinamika keamanan internasional. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com