Penemuan Mayat di Barbershop Gegerkan Warga Banjarbaru

BANJARBARU — Suasana di kawasan Kecamatan Liang Anggang mendadak geger setelah warga menemukan seorang pria tewas di dalam sebuah barbershop pada Rabu (04/03/2026) sore. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di ruang belakang toko pangkas rambut yang berada di Jalan Sukamara, Kelurahan Landasan Ulin Utara.

Korban diketahui berinisial AA (32), seorang karyawan barbershop yang berasal dari Desa Harukung, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ia ditemukan dalam keadaan tidak mengenakan busana dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali terungkap setelah seorang rekan kerja korban datang untuk memeriksa kondisi toko.

Menurutnya, saksi awalnya tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita dan melihat kondisi barbershop dalam keadaan tidak seperti biasanya.

“Ketika saksi datang, ia mendapati kondisi toko sudah dalam keadaan berantakan. Namun pada saat itu korban belum terlihat di bagian depan maupun tengah ruangan,” ujar Kardi, Kamis (05/03/2026).

Saksi kemudian menghubungi pemilik barbershop untuk melaporkan kondisi tersebut. Atas arahan pemilik toko, saksi diminta memeriksa kembali seluruh ruangan di dalam barbershop.

Sekitar pukul 14.53 Wita, saksi kembali masuk ke bagian belakang ruangan. Saat itulah korban ditemukan sudah tidak bergerak di atas sofa yang berada dekat kamar mandi.

“Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di kursi sofa di ruang belakang dan tidak mengenakan pakaian,” kata Kardi.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Beberapa luka yang terlihat antara lain luka di bagian kepala, goresan pada dahi yang mengeluarkan darah, dugaan patah pada bagian hidung, serta pembengkakan pada mata kanan korban.

Selain kondisi korban, polisi juga menemukan tanda-tanda kerusakan di lokasi kejadian. Gagang pintu aluminium di bagian depan toko dilaporkan dalam keadaan rusak, sementara kondisi ruangan terlihat berantakan.

Petugas juga tidak menemukan dompet maupun identitas korban di tempat kejadian.

Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, di antaranya pakaian milik korban, tas hitam, telepon genggam, rokok, serta perangkat kamera CCTV lengkap dengan kartu memorinya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik guna memastikan penyebab kematian.

“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menganalisis rekaman CCTV serta memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan kejadian ini,” ujar Kardi.

Hingga saat ini aparat kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan guna mengungkap secara pasti kronologi serta penyebab kematian korban. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com