PONTIANAK — Penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di Sungai Kapuas membuat warga di sekitar Dermaga Haoma 2, Jalan Komyos Sudarso, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, geger pada Rabu (04/03/2026) siang. Kejadian tersebut segera menarik perhatian warga dan petugas setelah informasi mengenai keberadaan jasad itu menyebar melalui radio komunikasi relawan pemadam kebakaran.
Kapolsek Pontianak Barat AKP Basuki Arif Wibowo mengatakan bahwa korban diketahui berinisial AS (43), seorang warga Kota Pontianak. Penemuan jenazah bermula ketika seorang saksi menerima laporan melalui HT unit Pemadam Kebakaran Kota Pontianak sekitar pukul 11.25 WIB mengenai adanya tubuh manusia yang terlihat mengapung di tengah Sungai Kapuas.
Mendapat informasi tersebut, saksi segera menuju lokasi untuk memastikan kebenaran laporan. Sesampainya di tempat kejadian, saksi melihat jasad pria mengapung di aliran sungai sebelum akhirnya bersama warga menariknya menggunakan sampan menuju tepian dermaga.
Basuki menjelaskan bahwa setelah proses evakuasi awal dilakukan, petugas gabungan kemudian mengangkat jenazah ke daratan untuk penanganan lebih lanjut.
“Sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah berhasil diangkat oleh personel Dit Polair Polda Kalbar bersama relawan ambulans dan warga setempat, kemudian langsung dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak untuk pemeriksaan medis,” ujar Basuki saat memberikan keterangan pada Kamis (05/03/2026).
Saat ditemukan, korban mengenakan celana kain berwarna cokelat, kaos lengan panjang hitam, celana dalam abu-abu, serta kaus kaki hitam. Petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya sebuah peluit dengan tali leher, uang tunai sebesar Rp1.000, pengisi daya telepon genggam beserta kabelnya, serta earphone.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim forensik, kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda telah berada di air dalam waktu cukup lama. Beberapa ciri yang ditemukan antara lain pembengkakan pada bagian wajah, bibir yang membesar, lidah yang menjulur keluar, serta pengelupasan kulit pada sejumlah bagian tubuh.
Selain itu, tim identifikasi juga menemukan kondisi kuku yang telah terlepas serta pembengkakan pada bagian tertentu dari tubuh korban. Berdasarkan analisis awal tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Pontianak, korban diperkirakan telah tenggelam selama sekitar dua hari sebelum ditemukan.
Meski demikian, polisi tidak menemukan indikasi adanya luka akibat kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh mengarah pada korban yang telah berada di air sekitar dua hari,” jelas Basuki.
Saat ini jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Pontianak sambil menunggu kedatangan pihak keluarga untuk proses identifikasi lebih lanjut. Setelah seluruh prosedur administrasi dan pemeriksaan selesai, rencananya jenazah akan dibawa ke rumah duka yang berada di Jalan Putri Candramidi, Kota Pontianak. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan