KAPUAS – Kepolisian Resor (Polres) Kapuas, Kalimantan Tengah, mulai mempersiapkan strategi pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya tersebut dilakukan melalui penyiapan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang akan difungsikan selama masa arus mudik hingga arus balik Lebaran.
Wakapolres Kapuas Kompol Susilowati mengatakan pihaknya telah menentukan beberapa lokasi strategis yang akan dijadikan pos pengamanan guna memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Ada tiga pos utama yang kami siapkan, yaitu Pos Terpadu di kawasan Bundaran Kuala Kapuas, Pos Pengamanan di sekitar Danau Mare, dan Pos Pelayanan di Dermaga Feri Mawar,” kata Susilowati saat menyampaikan hasil rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Tingang Menteng Panunjung Tarung Polres Kapuas, Jumat.
Menurutnya, keberadaan pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik. Selain itu, aparat juga dapat melakukan pemantauan arus lalu lintas dan situasi keamanan secara lebih intensif.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Polres Kapuas bersama sejumlah instansi terkait juga melakukan pemetaan wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan. Beberapa di antaranya adalah titik rawan kecelakaan lalu lintas, kawasan dengan mobilitas kendaraan tinggi, serta area yang membutuhkan perhatian khusus selama perayaan Idul Fitri.
Susilowati menjelaskan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Telabang 2026. Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan.
“Pengamanan ini tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan berbagai instansi terkait. Melalui kerja sama lintas sektor, kami berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas selama Idul Fitri dengan aman dan tertib,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Romulus, menilai bahwa koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perayaan Idul Fitri di daerah tersebut.
Ia menyebutkan bahwa Lebaran merupakan momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Selain menjadi simbol kemenangan bagi umat Muslim, perayaan tersebut juga identik dengan meningkatnya aktivitas perjalanan dan kegiatan sosial masyarakat.
“Idul Fitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momen berkumpulnya keluarga dan masyarakat. Karena itu, aspek keamanan, kelancaran lalu lintas, dan kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan harus dipersiapkan secara matang,” kata Romulus.
Ia menambahkan bahwa Operasi Ketupat Telabang 2026 merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menyatukan langkah dan memperjelas pembagian tugas masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, pengamanan Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Kapuas diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan