Dua anak masih tertimbun longsor sejak 16 Maret 2026 di Sumba Barat Daya, sementara sang ayah mengalami luka serius saat berusaha menyelamatkan mereka.
NUSA TENGGARA TIMUR – Upaya pencarian masih berlangsung terhadap dua anak yang tertimbun longsor di lokasi galian tanah sertu di Kebun Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, setelah insiden terjadi pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Peristiwa tersebut melibatkan seorang ayah bersama tiga anak yang berada di lokasi galian. Dua anak dilaporkan masih tertimbun material longsor hingga Senin malam, sementara sang ayah mengalami luka serius di bagian kepala akibat tertimpa batu saat berusaha menyelamatkan korban.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat Daya Bernardus Mbili Kandi menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban, Anderias Bili (56), pergi ke lokasi galian tanah bersama anak-anaknya untuk mengambil tanah sertu yang akan digunakan sebagai bahan pembangunan gereja.
“Tanah tiba-tiba runtuh dan menimpa para korban yang berada di sekitar lokasi galian,” kata Bernardus, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (16/03/2026).
Ia menjelaskan, saat berada di lokasi, Anderias mulai menggali tanah, sementara anak-anak berada di sekitar lubang galian. Meskipun sempat memperingatkan agar tidak bermain di area tersebut, longsor terjadi secara tiba-tiba dari bagian atas tebing.
Dalam kejadian itu, satu anak bernama Juandri Saputra Ina Ngele (9) berhasil diselamatkan setelah ditarik keluar oleh Anderias sesaat sebelum material longsor menutup area tersebut. Namun dua anak lainnya, yakni Arjuna Saputra Gono Ate (12) dan Sardianto Rato Pote (7), tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun.
Setelah kejadian, Anderias sempat berupaya menggali tanah untuk menolong kedua anak tersebut. Namun, longsor susulan terjadi dan batu besar menghantam bagian kepala sebelah kiri atasnya hingga mengalami luka serius.
Dalam kondisi terluka, Anderias kemudian meninggalkan lokasi untuk meminta bantuan warga. Warga setempat segera melakukan upaya pencarian secara manual menggunakan alat sederhana seperti linggis, sekop, dan kayu.
Hingga Senin malam (16/03/2026), kedua korban yang tertimbun masih belum ditemukan, sementara proses pencarian terus dilakukan oleh warga secara gotong royong di lokasi kejadian.
Sementara itu, Anderias Bili saat ini menjalani perawatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Palla, Kecamatan Wewewa Utara, akibat luka serius yang dialaminya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas penggalian tanah tanpa pengamanan memadai, terutama di wilayah dengan struktur tanah labil yang rentan longsor. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan