Kebakaran bangunan kosong di Samarinda berhasil dipadamkan dalam 35 menit tanpa korban, sementara penyebabnya masih dalam penyelidikan.
SAMARINDA – Kebakaran melanda bangunan kosong bekas bengkel mobil variasi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Samarinda (Samarinda), Jumat (20/03/2026) sore. Api yang dilaporkan sekitar pukul 14.40 Wita berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 35 menit tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan di sekitarnya.
Peristiwa tersebut segera ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda dengan mengerahkan unit terdekat ke lokasi kejadian. Penanganan cepat dan kondisi lingkungan yang mendukung membuat api tidak sempat meluas.
Narahubung Disdamkar Samarinda, Hery Suhendra, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Ia menyebut tidak ditemukan adanya aliran listrik di bangunan tersebut sehingga dugaan awal belum bisa disimpulkan.
“Kalau dugaan sementara, kami belum bisa memperkirakan karena di TKP tidak ada arus listrik sama sekali, jadi untuk penyebabnya masih belum bisa dipastikan dan nanti dari pihak kepolisian yang akan memberikan informasi lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pemadaman berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Lokasi bangunan yang berada di tepi jalan memudahkan akses petugas, sementara kondisi sekitar yang relatif sepi turut mempercepat penanganan.
“Untuk kendala sebenarnya tidak ada, karena lokasi di pinggir jalan dan aksesnya mudah, kemudian kondisi sekitar juga sepi, jadi proses pemadaman berjalan lancar,” tambahnya.
Selain itu, api tidak merambat ke bangunan lain karena adanya pembatas berupa tembok di sisi kiri dan kanan bangunan serta tidak adanya hembusan angin kencang yang dapat memperbesar kobaran api. Dalam penanganan ini, Disdamkar Samarinda menurunkan satu unit dari Posko 9 yang dinilai cukup untuk mengendalikan situasi.
Terkait kemungkinan adanya unsur kesengajaan, Hery menegaskan pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.
“Untuk dugaan dibakar atau tidak, kami belum bisa memberikan pertimbangan, nanti dari pihak kepolisian saja yang akan memberikan keterangan,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, termasuk pada bangunan yang sudah tidak difungsikan, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan