Ledakan petasan rakitan di Pekalongan menyebabkan sembilan orang terluka dan menghancurkan sebuah rumah pada dini hari.
JAWA TENGAH – Praktik perakitan petasan secara ilegal kembali memakan korban setelah ledakan hebat terjadi di sebuah rumah di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Sabtu (21/03/2026) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya sembilan orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Ledakan terjadi sekitar pukul 02.15 WIB dan langsung menggegerkan warga sekitar akibat suara dentuman keras yang disertai kepulan asap tebal dan bau menyengat. Warga yang panik berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Salah satu warga, Wahidin (45), mengaku terkejut saat mengetahui rumah di depan tempat tinggalnya telah hancur akibat ledakan tersebut.
“Begitu buka pintu, rumah (depan rumahnya) sudah roboh, ada kepulan asap. Setelah asap hilang, baru kelihatan rumahnya sudah hancur,” jelasnya, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Sabtu, (21/03/2026).
Akibat kejadian ini, sembilan korban harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan. Tujuh korban menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Siti Khodijah, satu korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan, dan satu korban lainnya ditangani di klinik layanan kesehatan setempat. Sebagian korban dilaporkan hanya menjalani rawat jalan.
Selain menimbulkan korban luka, ledakan tersebut juga menghancurkan bangunan rumah kosong yang digunakan sebagai lokasi perakitan petasan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Dari hasil keterangan awal, diketahui bahan peledak berupa bubuk petasan seberat sekitar 1,5 kilogram diperoleh melalui pembelian secara online. Hal ini menambah kekhawatiran terkait mudahnya akses bahan berbahaya di tengah masyarakat.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya merakit petasan secara mandiri, terutama menjelang momentum perayaan keagamaan. Aparat diharapkan meningkatkan pengawasan serta penindakan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan