Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dua korban hilang setelah long boat tenggelam akibat cuaca buruk di perairan Tana Tidung.
TANA TIDUNG — Upaya pencarian dua korban tenggelamnya long boat di perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, terus dilakukan tim gabungan setelah insiden kecelakaan laut akibat cuaca buruk pada Sabtu (21/03/2026) dini hari.
Kepala Seksi (Kasi) Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Dede Hariana, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari keluarga korban pada sore hari sekitar pukul 16.30 Wita. “Kami menerima laporan sekitar pukul 16.30 WITA. Dari informasi yang masuk, kejadian ini terjadi dini hari saat long boat tersebut dihantam badai di lokasi,” ujarnya, sebagaimana dilansir Headlinews, Sabtu (21/03/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 Wita ketika perahu yang mengangkut tiga orang mengalami cuaca ekstrem hingga akhirnya tenggelam. Dari tiga penumpang, satu orang atas nama Mahmud (50) berhasil selamat dan menjadi sumber awal informasi bagi pihak berwenang setelah melapor ke kepolisian perairan.
“Korban yang selamat ini yang pertama kali menyampaikan informasi, sehingga kita bisa segera melakukan respons,” kata Dede.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera melakukan persiapan dan diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Dede menyebutkan, perjalanan menuju titik koordinat membutuhkan waktu sekitar dua jam melalui jalur laut setelah dilakukan briefing awal.
Operasi pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara), serta dukungan masyarakat setempat. Sejumlah peralatan dikerahkan, mulai dari kapal penyelamatan (rescue), perahu karet, perlengkapan medis, hingga alat komunikasi.
Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing Sudirman (48) dan Olleng (49), yang diketahui berasal dari Tarakan. Hingga saat ini, tim terus menyisir area perairan untuk menemukan keduanya.
Dede menambahkan, kondisi cuaca saat operasi pencarian berlangsung relatif mendukung sehingga mempermudah pergerakan tim di lapangan. “Cuaca saat ini relatif baik, jadi pencarian bisa kita maksimalkan. Tim akan terus berupaya sampai korban ditemukan,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah perairan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan