Kerusakan jalan menuju Krayan Selatan dan Krayan Tengah membuat distribusi logistik terhambat, menyebabkan stok sembako dan BBM menipis serta harga melonjak.
NUNUKAN – Terisolasinya akses darat menuju Kecamatan Krayan Selatan dan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), mulai berdampak serius pada ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), yang kini diperkirakan hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengungkapkan bahwa pasokan sembilan bahan pokok (sembako) masih bertahan sekitar satu pekan, namun kelanjutan distribusi sangat bergantung pada kondisi jalan yang rusak parah.
“Untuk sembako 1 Minggu masih aman. Setelah itu apakah mobil bisa masuk ke Krayan Selatan dan Krayan Tengah? ini tergantung ada mobil bisa masuk,” ucap Oktavianus Ramli sebagaimana dilansir Rdar Tarakan, Selasa, (24/03/2026).
Kondisi serupa juga terjadi pada stok BBM yang saat ini mulai menipis. Masyarakat di wilayah tersebut sepenuhnya bergantung pada distribusi darat dari Kecamatan Krayan, yang kini terkendala karena minimnya kendaraan yang berani melintas.
“Sementara ini BBM untuk masyarakat juga sedang menipis. Semua barang kebutuhan masyarakat berharap ada mobil masuk. Kondisi sekarang ini sudah jarang mobil mau masuk, karena kondisi jalan rusak parah,” ungkapnya.
Selain berdampak pada pasokan, kerusakan akses jalan juga memicu lonjakan harga kebutuhan pokok. Biaya angkut yang sebelumnya sekitar Rp2.500 per kilogram kini melonjak menjadi Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram.
“Harga barang kian naik karena biaya angkut yang semula Rp 2.500 dan sekarang 4.000 hingga 5.000 perkilogram. Seperti minyak makan dan gula pasir saat ini Rp 30 hingga 40 ribu rupiah,” sebutnya.
Krisis pasokan juga mengancam operasional listrik di wilayah tersebut. Stok BBM untuk kebutuhan pembangkit listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) diperkirakan hanya mencukupi selama lima hingga enam hari ke depan.
“Untuk pesokan selanjutnya tidak ada. Karena satu-satunya akses jalan untuk pasokan BBM adalah melalui jalan ini,” pungkasnya.
Situasi ini menegaskan pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan guna menjamin kelancaran distribusi logistik serta menjaga stabilitas harga dan kebutuhan dasar masyarakat.[]
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan