Gambar Ilustrasi

Main Petasan Saat Takbiran, 3 Pemuda Diamankan Polisi di Tala

Tiga pemuda di Tanah Laut diamankan polisi saat malam takbiran setelah aksi petasan mereka dinilai membahayakan dan meresahkan warga.

TANAH LAUT – Tiga pemuda di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), diamankan aparat kepolisian saat malam takbiran Idulfitri setelah aksi menyalakan petasan dinilai membahayakan dan meresahkan warga, Jumat (20/03/2026) malam.

Ketiganya terpaksa menjalani pembinaan di Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Bati-Bati setelah dilaporkan warga yang khawatir terhadap risiko keselamatan akibat penggunaan petasan di area publik, tepatnya di depan minimarket Desa Ujung.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bati-Bati, Muhammad Afiannor, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 22.00 WITA dan langsung melakukan patroli ke lokasi, sebagaimana dilansir Radar Banjarmasin, Selasa, (24/03/2026).

Seorang pemuda bernama Muhammad Nor Irawan lebih dahulu diamankan karena aksinya dinilai berpotensi melukai orang lain. Namun, situasi belum sepenuhnya kondusif hingga laporan kedua kembali diterima sekitar pukul 23.40 WITA di lokasi yang sama.

Meski kondisi sudah mereda saat petugas tiba, dua pemuda lainnya, M Zainuri Rifky dan Yadi, turut diamankan karena melakukan tindakan serupa.

“Ketiganya kemudian dibawa ke Polsek Bati-Bati untuk diberikan pembinaan. Dengan disaksikan orang tua masing-masing, mereka diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Afiannor.

Untuk menjaga situasi tetap aman selama malam takbiran, aparat kepolisian juga meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan, termasuk arah Desa Benua Raya dan Nusa Indah.

Langkah tersebut dinilai efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hingga pagi hari, situasi di wilayah hukum Polsek Bati-Bati dilaporkan aman dan kondusif tanpa adanya korban maupun insiden lanjutan.

Kepala Desa (Kades) Ujung, Andi, turut mengapresiasi kesigapan aparat kepolisian dalam menangani situasi tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar merayakan malam takbiran dengan cara yang aman dan tidak membahayakan.

“Rayakan Hari Raya dengan penuh kebahagiaan, bukan dengan tindakan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga ketertiban dan keselamatan bersama, terutama pada momen keagamaan yang melibatkan aktivitas masyarakat dalam jumlah besar. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com