Tiga kasus penemuan jenazah di Banjarmasin selama libur Idulfitri menggegerkan warga dan diduga tidak berkaitan dengan tindak kekerasan.
BANJARMASIN – Libur Idulfitri di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, diwarnai serangkaian temuan jenazah di permukiman warga dalam kurun waktu beberapa hari. Tercatat tiga kasus penemuan mayat yang seluruhnya sempat menggegerkan masyarakat.
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (20/03/2026) siang di Jalan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Seorang pria bernama M Zaini (52) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya. Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban diduga meninggal akibat sakit.
Selang tiga hari, kejadian serupa kembali terjadi di Jalan Rawa Sari, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Senin (23/03/2026) petang. Seorang pria bernama Hasan Alvendodi (42) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya setelah anaknya mencium bau tidak sedap. Korban diketahui sempat mengeluhkan sakit dada saat Lebaran dan tidak lagi keluar kamar sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Peristiwa ketiga terjadi pada Selasa (24/03/2026) pagi di kawasan Jalan HKSN, Kecamatan Banjarmasin Utara. Seorang perempuan bernama Erdhita Arie Sandy (24) ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan oleh rekan satu tempat tinggalnya dalam posisi tergeletak di dapur.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Banjarmasin Utara, Sunardi, menyampaikan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, tidak ditemukan indikasi kekerasan pada korban, sebagaimana dilansir Radar Banjarmasin, Rabu, (25/03/2026).
“Setelah olah TKP dan pemeriksaan saksi, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin. Hanya dilakukan visum luar, karena keluarga menolak autopsi dan memilih segera dimakamkan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, korban diduga telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan, namun penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan. “Untuk penyebab kematian kami tidak berani berasumsi. Yang jelas tidak ada tanda kekerasan,” tambahnya.
Sunardi juga menyebutkan bahwa selama periode libur Lebaran, terdapat dua kasus penemuan jenazah di wilayah hukum Polsek Banjarmasin Utara.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama jika terdapat warga yang mengalami gangguan kesehatan.
“Kalau ada yang sakit, sebaiknya saling memperhatikan. Jangan sampai baru diketahui setelah kondisi seperti ini,” pungkasnya.
Serangkaian peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial dan kepedulian antarwarga, terutama dalam memantau kondisi kesehatan lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari. []
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan