Human corpse covered with a sheet and name tag on toe in the morgue

Misteri Hilangnya Nelayan Tarakan Terjawab, Jasad Ditemukan di Bunyu

Penemuan jasad korban terakhir kecelakaan longboat di perairan Kaltara mengakhiri pencarian panjang tim SAR dan keluarga.

BULUNGAN – Penemuan jasad nelayan Ruslan (35) di perairan Gusung Burung, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), mengakhiri pencarian panjang korban kecelakaan kapal longboat yang terjadi di perairan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung (KTT), setelah sebelumnya dinyatakan hilang selama lebih dari dua pekan.

Korban ditemukan pada Jumat 3 April 2026 sekitar pukul 16.10 WITA setelah warga melaporkan adanya sesosok tubuh mengapung di laut. Penemuan ini sekaligus memastikan seluruh korban dalam insiden kecelakaan laut tersebut telah teridentifikasi.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bulungan, Rofikoh Yunianto, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bunyu, Arfah Abdullah, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut.

“Benar, kami menerima laporan adanya penemuan mayat di perairan Gusung Burung oleh masyarakat,” ujarnya, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Sabtu (04/04/2026).

Setelah menerima laporan, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bunyu langsung berkoordinasi dengan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) serta Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara untuk melakukan evakuasi di lokasi.

Berdasarkan keterangan saksi, jasad pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Bakri sekitar pukul 13.30 WITA saat sedang memukat ikan di perairan Gusung Burung, Pulau Bunyu. Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tersangkut tali di area perairan tersebut.

Penemuan ini menjadi titik akhir dari operasi pencarian yang sebelumnya dilakukan tim gabungan. Operasi yang dipimpin Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan telah dihentikan pada Jumat 27 Maret 2026 setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil.

Insiden bermula saat kapal longboat yang ditumpangi tiga orang dihantam badai di perairan Tanah Merah pada dini hari. Dari tiga penumpang, satu orang selamat, sementara satu korban lainnya ditemukan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, dan Ruslan menjadi korban terakhir yang belum ditemukan hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Arfah menjelaskan, saat ditemukan terdapat dua jerigen biru di dekat jasad korban yang diduga digunakan sebagai alat bantu apung.

“Kondisi jenazah masih mengenakan pakaian lengkap, sehingga memudahkan proses identifikasi awal oleh keluarga,” katanya.

Meskipun telah lebih dari dua pekan sejak kejadian, identitas korban masih dapat dikenali oleh pihak keluarga yang datang untuk melakukan verifikasi.

Proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi cuaca berangin dan gelombang yang cukup tinggi. Namun, petugas berhasil mengangkat jasad korban ke kapal patroli Ditpolairud Polda Kaltara.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Keluarga telah memastikan identitas korban. Jenazah kemudian diberangkatkan dari Bunyu menuju Tarakan sekitar pukul 18.30 WITA dengan pengawalan petugas,” tutup Arfah.

Dengan ditemukannya korban terakhir, peristiwa kecelakaan laut ini resmi dinyatakan tuntas, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem saat melaut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com