Terjebak Sendiri, Lansia 65 Tahun Tewas dalam Kebakaran

Kebakaran rumah semipermanen di Padang Pariaman menewaskan seorang lansia yang diduga terjebak asap akibat korsleting listrik dan keterlambatan pertolongan.

SUMATERA BARAT – Keterlambatan akses pertolongan dan kondisi rumah yang terisolasi diduga memperbesar dampak kebakaran yang menewaskan seorang pria lanjut usia di Nagari Aur Malintang Utara, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Senin (06/04/2026) pagi.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 08.15 WIB di sebuah rumah semipermanen milik warga bernama Rosda (65), yang dihuni oleh korban Awuang (65). Api yang telah membesar saat pertama kali diketahui membuat proses penyelamatan tidak berjalan optimal.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Padang Pariaman Rifki Monrizal menjelaskan, pihaknya menerima laporan saat api sudah dalam kondisi membesar disertai asap tebal.

“Setelah menerima laporan pada pukul 08.15 WIB, unit pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak tiga unit armada dikerahkan,” ujar Rifki.

Tiga armada tersebut berasal dari Posko Sungai Geringging, Posko Sungai Limau, serta bantuan dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam. Petugas tiba di lokasi pada pukul 08.32 WIB dan segera melakukan lokalisasi api agar tidak merambat ke bangunan lain. Proses pemadaman selesai sekitar pukul 09.30 WIB.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) IV Koto Aur Malintang Muhammad Basir mengungkapkan, korban ditemukan meninggal dunia di bagian dapur rumah dalam kondisi terjebak asap tebal.

“Korban ditemukan meninggal dunia di bagian dapur. Diduga saat api muncul dari ruang tamu, korban panik karena asap tebal dan listrik padam. Korban mencoba menyelamatkan diri ke arah dapur namun tidak bisa keluar,” kata Basir.

Saat kejadian, korban berada seorang diri di dalam rumah karena anggota keluarga lainnya sedang berada di luar. Kondisi rumah yang cukup jauh dari permukiman warga juga menyebabkan keterlambatan penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Selain itu, korban diketahui memiliki riwayat hipertensi dan sedang dalam masa pemulihan kesehatan setelah kembali dari Pekanbaru, yang diduga turut memengaruhi upaya penyelamatan diri.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara oleh Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Kepolisian Resor (Polres) Padang Pariaman, kebakaran diduga dipicu hubungan pendek arus listrik yang berasal dari ruang tamu.

“Dugaan awal dari arus listrik. Api berasal dari ruang tamu baru kemudian menjalar ke bagian dapur,” jelas Basir, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (06/04/2026).

Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Hal ini diperkuat dengan kondisi sejumlah barang berharga milik korban seperti sepeda motor dan ternak yang masih utuh di lokasi kejadian.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik, khususnya pada rumah yang berada di lokasi terpencil dengan akses terbatas terhadap bantuan darurat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com