Kejurprov Domino Kaltim di Samarinda menjadi ajang kompetisi sekaligus langkah mendorong pengakuan domino sebagai cabang olahraga resmi di bawah KONI.
SAMARINDA – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Domino Kalimantan Timur (Kaltim) resmi digelar di Gedung Olahraga (GOR) Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Sabtu (11/04/2026), dengan melibatkan 128 pasang peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim. Turnamen yang diselenggarakan oleh Organisasi Domino Indonesia (Orado) Kaltim ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga diarahkan sebagai langkah strategis mendorong pengakuan domino sebagai cabang olahraga resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Harminsyah, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kejurprov tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan olahraga di daerah. “Kami dari Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengucapkan selamat kepada pengurus Orado Kalimantan Timur atas terselenggaranya kejuaraan ini. Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Harminsyah, kegiatan tersebut mencerminkan tanggung jawab bersama dalam mengembangkan olahraga yang inklusif dan produktif di tengah masyarakat. Ia menilai domino memiliki potensi besar apabila dikelola secara profesional.
“Ini merupakan kegiatan positif yang diharapkan dapat memberikan dampak baik bagi Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda,” kata politisi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia itu.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan kelembagaan agar olahraga domino dapat berkembang lebih terstruktur. “Kami berharap organisasi olahraga domino dapat masuk ke KONI. Kami melihat ini sebagai jenis olahraga yang positif dan layak dikembangkan,” tambah Harminsyah.
Sementara itu, pembukaan Kejurprov turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma, Rahyanto Edy Yunianto, serta Ketua Orado Kaltim, Muhammad Awaluddin.
Kehadiran sejumlah pejabat tersebut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan olahraga domino di Kaltim. Pemerintah daerah melalui Dispora Kaltim diharapkan dapat memberikan perhatian lebih dalam pembinaan cabang olahraga nontradisional yang memiliki potensi berkembang di masyarakat.
Kejurprov domino ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 11–12 April 2026, dengan total hadiah mencapai Rp50 juta. Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi ajang seleksi bagi atlet potensial yang akan dipersiapkan mewakili Kaltim di tingkat nasional. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan