PIS Akademi di Paser membina puluhan anak melalui latihan sepatu roda berjenjang, dari tahap pemula hingga speed, guna membentuk keterampilan dan karakter.
PASER – Komunitas Paser Online Skate (PIS) Akademi terus mengembangkan pembinaan olahraga sepatu roda bagi anak-anak usia dini hingga sekolah dasar di Kabupaten Paser (Paser), dengan fokus pada pembentukan karakter dan peningkatan keterampilan melalui program latihan berjenjang.
Puluhan anak tercatat aktif mengikuti kegiatan komunitas tersebut, yang kini mengarahkan pembinaan pada kategori speed atau kecepatan sebagai bagian dari pengembangan prestasi olahraga.
Ketua PIS Akademi Toto menjelaskan bahwa komunitas tersebut sebenarnya telah beroperasi sejak 2012, namun mengalami perubahan fokus setelah pandemi.

“Jadi sebenernya kami ini sudah beroperasi sejak tahun 2012. Tapi waktu itu hanya fokus pada kategori freestyle untuk dewasa. Kemudian tahun 2022 pasca covid, kami alihkan fokusnya ke kategori speed, yang menekankan kecepatan”, papar Toto saat ditemui Minggu (12/04/2026).
Ia menyebutkan, PIS Akademi secara resmi berdiri pada 2022 dan mulai membuka keanggotaan bagi anak-anak sejak usia tiga tahun. Namun, pada usia tersebut kegiatan masih bersifat pengenalan.
“Untuk anak-anak usia 3 tahun biasanya kita ajak untuk bersenang-senang dengan sepatu roda. Jadi kita bangun dulu supaya terbiasa. Kalau untuk usia sekolah dari 6 tahun, itu baru kita mulai dengan pembelajaran serius”, imbuh Toto.
Sementara itu, pelatih PIS Akademi Heri mengungkapkan bahwa komunitas saat ini memiliki sekitar 60 anggota, dengan 35 hingga 40 orang di antaranya aktif mengikuti latihan rutin.
“Latihan diadakan empat kali seminggu, yaitu pada hari Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Untuk kelas speed, biasanya kita latihan setiap hari kecuali hari Senin”, ujar Heri.
Ia menjelaskan, sistem pembinaan dilakukan secara bertahap melalui tiga tingkatan kelas, yakni beginner (pemula), standar, dan speed. Setiap tingkatan memiliki metode latihan dan penggunaan peralatan yang berbeda.
“Jadi kita memang ada tingkatannya. Dan tingkatan ini didasarkan pada usia peserta. Materi latihan akan disesuaikan berdasarkan tingkatan tadi. Jadi untuk pemula, standar dan speed ada teknik sendiri. Jenis sepatu yang digunakan juga berbeda di tiap tingkatan”, jelasnya.
Selain melatih kemampuan teknis, kegiatan ini juga dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Salah satu orang tua peserta, Lina, mengaku merasakan perubahan signifikan pada kemampuan anaknya setelah bergabung.
“kami baru Desember tahun lalu gabung PIS. Sebagai orang tua tentu kami mensuport anak apalagi dengan kegiatan positif seperti ini. Alhamdulillah dari yang awalnya nggk bisa sama sekali, setelah 4 bulanan latihan, sekarang sudah bisa lancar”, ungkap Lina.
Keberadaan PIS Akademi diharapkan tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat olahraga sepatu roda, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk karakter disiplin dan percaya diri anak sejak usia dini. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan