Bulog Singkawang memprioritaskan wilayah perbatasan dalam penyaluran bantuan pangan kepada 25.969 warga Bengkayang guna menjaga ketahanan pangan.
BENGKAYANG – Upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di wilayah perbatasan menjadi fokus utama Perum Bulog melalui penyaluran bantuan beras dan minyak goreng kepada puluhan ribu warga di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar). Program ini menyasar 25.969 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan prioritas distribusi di daerah yang memiliki keterbatasan akses.
Kepala Perum Bulog Cabang Singkawang Noldi Ramayadi menyampaikan, distribusi tahap awal difokuskan ke wilayah perbatasan seperti Kecamatan Jagoi Babang dan Kecamatan Teriak. “Wilayah perbatasan menjadi prioritas agar masyarakat segera mendapatkan bantuan pangan, mengingat akses yang relatif terbatas,” kata Noldi, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (13/04/2026).
Program bantuan ini merupakan alokasi Februari–Maret 2026 dengan total distribusi mencapai 519.380 kilogram beras dan 103.876 liter minyak goreng merek Minyakita yang disalurkan ke 17 kecamatan di Bengkayang. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh wilayah terjangkau.
Di wilayah perbatasan, Kecamatan Jagoi Babang menerima 18.880 kilogram beras dan 3.776 liter minyak goreng untuk 944 PBP. Sementara Kecamatan Teriak mendapatkan 44.060 kilogram beras dan 8.812 liter minyak goreng yang disalurkan kepada 2.203 PBP.
Selain itu, distribusi terbesar juga tercatat di Kecamatan Monterado dengan 3.148 PBP yang menerima 62.960 kilogram beras dan 12.592 liter minyak goreng. Disusul Kecamatan Seluas dengan 2.356 PBP yang memperoleh 47.120 kilogram beras serta 9.424 liter minyak goreng.
Untuk menjamin ketepatan sasaran, Bulog Singkawang melibatkan perangkat desa dan petugas lapangan dalam proses distribusi hingga ke tingkat desa. “Distribusi dilakukan langsung ke desa-desa melalui petugas yang telah ditunjuk, sehingga penyaluran berjalan lancar dan diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Respons masyarakat terhadap program ini dinilai positif, terutama di kawasan perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses bahan pokok. “Respons masyarakat sangat baik. Mereka merasa terbantu dengan adanya bantuan beras dan minyak goreng ini,” kata Noldi.
Bulog memastikan penyaluran bantuan pangan akan terus dilanjutkan hingga seluruh alokasi tersalurkan secara merata. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat di Bengkayang, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan