Pemprov Kaltim Gelar Coffee Morning Bersama Ormas Di Samarinda

Pemprov Kaltim melalui Kesbangpol menggelar forum dialog bersama ratusan ormas untuk menyerap aspirasi, termasuk isu pemerataan pembangunan, sekaligus menjaga ruang demokrasi tetap terbuka.

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar coffee morning bersama organisasi masyarakat (ormas) di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Senin (13/04/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan perwakilan ormas sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.

Plt. Kepala Kesbangpol, Arih Franata Filipus Sembiring

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol, Arih Franata Filipus Sembiring, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan berbagai elemen masyarakat. Ia menegaskan, pertemuan tersebut tidak memiliki agenda tersembunyi, melainkan sebagai forum perkenalan sekaligus wadah menyerap aspirasi publik.

“Ini bagian dari tugas kami untuk merangkul seluruh organisasi masyarakat, menjaga kesinambungan silaturahmi, sekaligus menerima masukan, kritik, dan saran demi pembangunan Kaltim,” ujar Sembiring kepada awak media.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri sekitar 300 hingga 350 peserta dari total undangan sekitar 500 orang. Para peserta mewakili kurang lebih 100 ormas dengan latar belakang beragam, mulai dari organisasi kepemudaan, keagamaan, hingga komunitas sosial lainnya.

Dalam forum tersebut, peserta juga memanfaatkan sesi dialog untuk menyampaikan berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu yang mengemuka adalah persoalan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kaltim. Aspirasi tersebut disampaikan secara terbuka dalam dialog yang difasilitasi Kesbangpol.

Menurut Sembiring, dinamika perbedaan pendapat dan ketidakpuasan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengimbau agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami memahami bahwa dalam demokrasi pasti ada perbedaan pandangan. Namun, kami mengajak seluruh pihak untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang beradab, menjunjung nilai budaya, serta tidak melanggar hukum,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meredam rencana aksi dari sejumlah kelompok masyarakat. Pemerintah, kata dia, justru siap hadir dan mendengarkan aspirasi secara langsung, termasuk pada agenda penyampaian pendapat yang direncanakan berlangsung pada 21 April mendatang.

Lebih lanjut, Sembiring mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi aktif dengan berbagai kelompok masyarakat sejak menjabat sebagai Plt Kepala Kesbangpol. Komunikasi dilakukan secara terbuka guna memastikan setiap aspirasi dapat didengar dan difasilitasi dengan baik.

“Setiap hari kami berkomunikasi dengan berbagai pihak. Apa yang mereka inginkan dan akan disuarakan, kami dengarkan. Kantor Kesbangpol juga terbuka bagi siapa saja yang ingin berkoordinasi atau menyampaikan aspirasi secara langsung,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Kaltim menegaskan komitmennya untuk menjaga ruang demokrasi tetap terbuka sekaligus memastikan situasi daerah tetap kondusif. Pemerintah berharap sinergi antara ormas dan pemerintah terus terjalin guna mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com