Kebakaran diduga akibat korsleting listrik menghanguskan rumah warga di Kapuas Hulu saat pemilik berada di kebun, tanpa menimbulkan korban jiwa.
KAPUAS HULU – Dugaan korsleting listrik kembali menjadi sorotan setelah kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik warga di Dusun Panggung, Desa Belimbing, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), Senin (13/04/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Peristiwa tersebut menimpa Lusin (66), seorang petani yang saat kejadian tidak berada di rumah karena sedang berada di kebun. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian depan rumah dan dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan.
Anak korban, Daud Askelon (38), yang tinggal tidak jauh dari lokasi, menjadi saksi awal munculnya kobaran api. “Apinya cepat sekali membesar. Dari tirai langsung merambat ke atap dan seluruh rumah,” ujar Daud, sebagaimana diberitakan Kalbarnews, Senin, (14/04/2026).
Mendengar teriakan Daud, warga sekitar segera berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kondisi bangunan yang didominasi material kayu serta tiupan angin membuat api sulit dikendalikan.
Perangkat Desa Belimbing, Hendri (40), menyebut upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dipadamkan, meski rumah sudah rata dengan tanah.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi angin cukup kencang malam itu. Yang penting semua selamat,” katanya.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu, Jamali, mengungkapkan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Dugaan tersebut berdasarkan keterangan awal saksi yang melihat titik api berasal dari area dekat instalasi listrik di bagian depan rumah.
“Pencegahan lebih baik daripada memadamkan. Jangan tinggalkan rumah dalam keadaan peralatan listrik menyala,” tegasnya.
Meski demikian, pihak Polres Kapuas Hulu masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk mengumpulkan keterangan dari korban dan para saksi.
Akibat kejadian ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta. Seluruh bangunan rumah beserta isinya hangus terbakar tanpa sisa. Saat ini, korban Lusin menumpang di rumah anaknya sambil menunggu bantuan penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini juga mendorong aparat kepolisian untuk mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak aman, termasuk tidak menumpuk colokan serta rutin memeriksa kondisi kabel.
Sementara itu, warga sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing rumah serta menggalang bantuan bagi korban sebagai bentuk solidaritas sosial pascakejadian. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan