Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di depan gerbang Universitas Mulawarman, diduga memiliki riwayat penyakit, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian.
SAMARINDA – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Gelatik, tepatnya di depan gerbang masuk Universitas Mulawarman (Unmul), Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (14/04/2026). Peristiwa tersebut langsung ditangani Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda bersama tim gabungan untuk proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.
Perwira Pengamanan dan Patroli (Pamapta) I Polresta Samarinda, Mat Bahri, menjelaskan korban berjenis kelamin laki-laki dan telah dilakukan identifikasi awal di lokasi kejadian. Polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban.

“Untuk proses penyelidikan, kami akan melakukan proses penyelidikan untuk memastikan kematian korban,” ucapnya.
Ia menyebutkan identitas korban telah diketahui, yakni Suroto (61), seorang pekerja bengkel yang merupakan perantau asal Surabaya dan tinggal seorang diri di Samarinda. “Korban itu di sini hidup sebatang kara, aslinya orang Jawa, di sini tidak ada keluarga,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh. Di lokasi kejadian juga ditemukan obat-obatan yang diduga berkaitan dengan riwayat penyakit korban.
“Dari hasil identifikasi ada obat-obatan yang mungkin diderita oleh si korban,” ujarnya.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sedang bersantai bersama dua rekannya di lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul. “Korban berada di sini karena bersantai bersama dengan dua rekannya, tempat nongkrongnya korban apabila tidak ada aktivitas,” katanya.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.
“Untuk korban kita bawa ke Rumah Sakit AW Syahranie untuk dilakukan identifikasi,” jelasnya.
Sementara itu, rekan korban, Mujianto, mengungkapkan bahwa Suroto dikenal sebagai pribadi yang ramah dan aktif bekerja di bengkel. “Dia itu orangnya baik, suka ngobrol,” katanya.
Mujianto juga menyebut korban telah lama mengeluhkan kondisi kesehatan, meskipun tidak diketahui secara pasti jenis penyakit yang dideritanya. “Sakit dari empat tahun yang lalu sudah terdengar sakit, cuma pastinya penyakit apa kita nggak tahu,” ucapnya.
Pada hari kejadian, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang diduga berkaitan dengan gangguan jantung. Ia bahkan berencana menjalani tindakan medis berupa pemasangan ring jantung. “Katanya mau dipasang ring di dalam jantungnya,” katanya.
Menurut Mujianto, korban baru saja pulang dari rumah sakit sehari sebelum kejadian, namun masih merasakan keluhan kesehatan yang sama. “Ini habis pulang dari rumah sakit, kurang lebih kemarin,” ujarnya.
Meski memiliki riwayat keluhan kesehatan, korban tetap beraktivitas seperti biasa tanpa menjalani perawatan intensif dalam waktu lama. “Nggak ada bawa ke rumah sakit selama ini, seperti itu,” pungkasnya. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan