Polisi masih menyelidiki penemuan tiga potong jari manusia di Samarinda setelah identitas pemiliknya belum terdeteksi melalui sistem Inafis.
SAMARINDA – Kepolisian Resor (Polres) Samarinda masih melakukan penyelidikan intensif terkait penemuan tiga potong jari manusia di kawasan Jalan Rimbawan 1, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Hingga kini, identitas pemilik potongan jari tersebut belum diketahui karena hasil pemeriksaan awal menggunakan alat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) tidak menunjukkan kecocokan data.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Samarinda Hendri Umar menjelaskan, proses identifikasi masih terus dilakukan dengan membersihkan dan mensterilkan potongan jari agar memperoleh hasil yang lebih akurat. “Sekarang masih coba kita bersihkan dulu, kita sterilkan benar jarinya, dengan kerja sama dengan pihak AWS,” ujarnya di Polres Samarinda, Selasa (14/04/2026).
Ia menambahkan, apabila upaya identifikasi tersebut belum membuahkan hasil, pihaknya akan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan. “Kalau nanti misalnya masih belum, akan kita koordinasikan dengan labfor yang ada di Surabaya untuk membantu proses pencarian identitas dari pemilik tiga jari ini,” ucapnya.
Secara kasat mata, potongan jari tersebut diduga berasal dari tangan kiri berdasarkan susunan ruasnya. Hasil identifikasi awal juga menunjukkan bahwa potongan tersebut merupakan bagian tubuh manusia dengan ciri-ciri anatomis yang jelas.
Meski demikian, Hendri menegaskan pihaknya belum dapat memastikan identitas maupun jenis kelamin pemilik jari tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. “Tapi kita belum bisa menyampaikan, kalau nanti sudah datanya pasti kita update ke teman-teman,” ucapnya.
Terkait dugaan adanya unsur kekerasan, ia menyebut belum ada kesimpulan yang dapat diambil karena minimnya informasi di lokasi kejadian. “Belum bisa kita simpulkan, karena kita enggak ada keterangan apa-apa, cuma dapat tiga jari itu saja dalam toples,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa keterangan dari pihak yang pertama kali menemukan potongan jari masih dalam proses pendalaman oleh penyidik. “Saya belum cek keterangannya apa, nanti silakan ke Kasat Reskrim,” katanya.
Sejauh ini, Polres Samarinda telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk warga sekitar dan pengurus Rukun Tetangga (RT) setempat. “Pihak saksi yang menemukan pertama kali, kemudian juga pihak dari RT setempat ada tiga orang yang sudah kita lakukan pemeriksaan terkait dengan temuan tiga jari ini,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian juga telah menyebarkan informasi kepada aparat wilayah, termasuk Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa), guna mengidentifikasi kemungkinan adanya warga yang hilang atau mengalami kehilangan bagian tubuh. “Kita belum bisa menyimpulkan, tapi kita sudah mulai sosialisasikan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa di sekitar lokasi temuan, kalau misalnya ada warga yang hilang atau memang jarinya enggak ada agar segera diinformasikan ke kita,” pungkasnya. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan