Zona Bebas Korupsi Jadi Amanah, Kajari Baru Diminta Jaga Integritas

Pergantian Kepala Kejari Samarinda menekankan keberlanjutan kinerja, sinergi lintas instansi, dan komitmen menjaga predikat wilayah bebas korupsi.

SAMARINDA – Serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda pada Rabu (15/04/2026) di Hotel Puri Senyiur berlangsung dengan penekanan pada kesinambungan kinerja, penguatan integritas, serta komitmen menjaga predikat wilayah bebas korupsi di lingkungan Kejari Samarinda.

Dalam acara pisah sambut tersebut, Kepala Kejari Samarinda periode 2023–2026, Firmansyah Subhan, menegaskan pentingnya mempertahankan capaian yang telah diraih, terutama predikat wilayah bebas korupsi, agar tetap berlanjut di bawah kepemimpinan baru.

“Kejaksaan wilayah bebas korupsi,” ujarnya saat ditemui awak media.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan program dan capaian sebelumnya menjadi tanggung jawab pimpinan baru demi menjaga kinerja institusi tetap optimal. “Jadi semua itu nanti disambunglah, dipertahankan oleh pejabat yang baru, itu saja harapannya,” katanya.

Firmansyah juga menilai tidak ada pekerjaan rumah yang bersifat mendesak bagi kepala kejaksaan yang baru. Namun, ia mengingatkan pentingnya langkah strategis dalam menjaga sinergi kelembagaan dan kualitas penegakan hukum.

“Kalau PR tidak ada,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa fokus ke depan adalah memperkuat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta memastikan proses penegakan hukum berjalan optimal. “Jadi nanti kita bagaimana kejari yang baru bersinergi dengan Forkopimda, kemudian bagaimana penegakan hukum,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi penegakan hukum di Samarinda saat ini telah berjalan baik, termasuk dalam penanganan sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik. “Yang penting kan kasus pembunuhan, kasus mahasiswa itu lancar semuanya, tidak ada yang didemo-demo,” katanya.

Firmansyah menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten dan profesional guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan. “Kita aspirasi penegakan hukum kita lakukan semuanya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Samarinda yang baru, Haedar, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan sinergi dan kolaborasi yang telah dibangun oleh pendahulunya dalam mendukung kinerja penegakan hukum di Kota Samarinda.

“Tadi sudah disampaikan bahwa sinergi, sinergitas, kolaborasi, kondusivitas yang dibangun oleh Bapak Firman mohon bimbingan arahan ke depannya nanti kami bisa juga meneruskan apapun yang telah dirintis oleh beliau,” tegasnya.

Ia menyebut keberhasilan tugas penegakan hukum tidak dapat dilepaskan dari kerja sama antarinstansi serta dukungan berbagai pihak. “Tentunya tanpa sinergitas dan kolaborasi, tugas-tugas kami selaku penegak hukum tidak dapat berjalan dengan semaksimal mungkin,” katanya.

Haedar juga mengapresiasi pendekatan yang dilakukan pejabat sebelumnya, termasuk penguatan nilai keagamaan dalam pelaksanaan tugas. “Bapak Firman tadi sudah menyampaikan juga bahwa dengan adanya pemahaman dan pendekatan keagamaan dalam pelaksanaan tugas, itu sangat penting,” ucapnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus belajar dan beradaptasi dalam menjalankan tugas serta melanjutkan pola kepemimpinan yang telah terbangun. “Kedepannya kami selaku perwakilan Kejaksaan Negeri Samarinda bisa belajar terkait dengan kepemimpinan beliau,” ucapnya.

Haedar juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan agar tugas-tugas kejaksaan berjalan optimal. “Kami mohon bantuan dan dukungannya terhadap kami dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Ia turut membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan kritik terhadap kinerja Kejari Samarinda ke depan, sekaligus mengajak seluruh pihak menjaga kondusivitas daerah.

“Sekali lagi, mohon dukungan dan bantuan agar kami dapat menjalankan tugas dengan baik,” pungkasnya. []

Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com