Operasi SAR selama tujuh hari di Sungai Cina, Melawi, resmi dihentikan setelah pencarian intensif tidak menemukan korban nelayan yang dilaporkan hilang.
MELAWI – Operasi pencarian seorang nelayan lanjut usia yang hilang di Sungai Cina, Kabupaten Melawi, resmi dihentikan setelah tujuh hari upaya intensif tidak membuahkan hasil. Keputusan ini diambil setelah evaluasi bersama antara tim pencari dan pihak keluarga korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pontianak I Made Junetra menyampaikan bahwa Tim Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue / SAR) gabungan telah melakukan penyisiran secara maksimal di sekitar lokasi kejadian kecelakaan (LKK), termasuk hingga sejauh 14 kilometer ke arah hilir sungai.
“Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian di sekitar lokasi dan melakukan penyisiran hingga 14 kilometer ke arah hilir dari LKK, namun hingga hari ketujuh, korban belum juga ditemukan,”jelas I Made Junetra dikutip pada Kamis 16 April 2026, sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat, Kamis, (16/04/2026).
Korban diketahui bernama Sira (75), warga Desa Pelita Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Cina pada Kamis (16/04/2026). Sejak laporan diterima, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR serta dukungan masyarakat setempat.
I Made Junetra menambahkan, setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama antara tim SAR, keluarga korban, serta seluruh unsur yang terlibat, yang kemudian sepakat untuk menghentikan operasi.
‘’Korban diketahui bernama Sira (75), seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Cina. Dengan dihentikannya operasi SAR, korban dinyatakan hilang,’’tambahnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa operasi pencarian dapat kembali dibuka apabila ditemukan informasi baru terkait keberadaan korban. “Apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR akan dibuka kembali,”sambungnya.
Penutupan operasi secara resmi diusulkan oleh Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) pada pukul 17.10 WIB, diikuti dengan pengembalian seluruh unsur yang terlibat ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama di wilayah sungai dengan arus yang berpotensi membahayakan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan