Seorang siswa kelas 1 SD meninggal dunia setelah bermain di wahana waterpark di Ketapang, sementara polisi masih mendalami kronologi dan memeriksa sejumlah saksi.
KETAPANG – Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun meninggal dunia setelah bermain di wahana waterpark di Jalan H Agus Salim, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis 28 Mei 2026 sore.
Korban yang merupakan siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD) sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Ketapang, M Simatupang, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap insiden yang menimpa korban.
“Benar, korban merupakan siswa kelas 1 SD. Korban meninggal dunia setelah bermain di Wahana Waterpark Ketapang,” kata Simatupang kepada wartawan, Sabtu (30/05/2026).
Menurut Simatupang, korban sempat mendapatkan pertolongan medis setelah dievakuasi ke RSUD Agoesdjam Ketapang. Namun, setelah menjalani penanganan darurat, korban dinyatakan meninggal dunia.
“Korban sempat mendapat penanganan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia,” ujar Simatupang.
Polres Ketapang saat ini masih menghimpun keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pengunjung dan pekerja yang berada di lokasi kejadian. Polisi juga menelusuri dugaan insiden yang terjadi saat korban beraktivitas di area pemandian.
Hingga kini, penyebab pasti kematian korban belum disampaikan secara resmi. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban dilarikan ke rumah sakit.
Simatupang mengatakan, peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama terkait pentingnya pengawasan orang dewasa terhadap anak-anak di tempat rekreasi air. “Kurangnya pengawasan terhadap anak menjadi perhatian dalam peristiwa ini,” kata Simatupang.
Ia mengingatkan orang tua maupun pendamping agar tidak lengah saat membawa anak-anak ke wahana permainan air. Sebab, risiko kecelakaan di area kolam dapat terjadi dalam waktu singkat apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat.
“Kami mengimbau agar anak-anak selalu berada dalam pengawasan saat bermain di wahana permainan, terutama di area air yang memiliki potensi risiko tinggi,” tegas Simatupang.
Kepolisian juga mengharapkan pengelola tempat wisata memperketat prosedur keselamatan, termasuk memastikan keberadaan petugas pengawas dan personel penyelamat yang memadai di area wahana air. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan