Mukot VIII Kadin Samarinda menjadi momentum penentuan kepemimpinan baru sekaligus dorongan agar organisasi lebih inklusif dan berpihak pada UMKM.
SAMARINDA – Proses pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Samarinda memasuki fase krusial menjelang Musyawarah Kota (Mukot) VIII yang dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026. Tahapan penerimaan calon ketua masih dibuka hingga 24 April 2026, di tengah dorongan agar organisasi ini lebih inklusif dan berdampak nyata bagi pelaku usaha, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mukot VIII Kadin Samarinda akan digelar di Grand Ballroom Hotel Mercure Samarinda. Forum ini menjadi momentum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan baru sekaligus merumuskan strategi penguatan ekonomi daerah, terutama dalam menghadapi peluang dan tantangan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Iswandi, menekankan pentingnya transformasi peran Kadin agar tidak terkesan eksklusif. Ia meminta organisasi tersebut mampu menjangkau seluruh lapisan pelaku usaha. “Kami berharap Kadin tidak hanya menjadi organisasi elitis, tetapi juga mampu menghadirkan efek multiplikasi bagi pelaku usaha lainnya,” ujarnya saat ditemui di Samarinda, Jumat (17/04/2026).
Menurut Iswandi, keterlibatan pelaku usaha dari berbagai skala merupakan kunci dalam menciptakan pemerataan ekonomi di Kota Samarinda. Ia menilai Kadin harus mampu berfungsi sebagai penghubung antara pelaku usaha besar dan kecil guna memperkuat ekosistem bisnis lokal.
Di sisi lain, Ketua Kadin Samarinda, Muhammad Ridwan, menyoroti pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM. Ia menilai keberlanjutan sektor tersebut sangat dipengaruhi oleh intervensi kebijakan dan stimulus ekonomi yang tepat. “Kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan penuh agar pelaku usaha, khususnya UMKM, terus tumbuh dan berkembang,” katanya.
Ridwan menambahkan, posisi Samarinda sebagai daerah penyangga IKN membuka peluang ekonomi yang signifikan, namun juga menuntut kesiapan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan dinamika pembangunan.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Mukot VIII dan berakhirnya masa pendaftaran calon ketua, seluruh tahapan kini terus dimatangkan oleh panitia. Para pemangku kepentingan berharap forum ini menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Kadin lebih inklusif, adaptif, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan