Seluruh korban kecelakaan helikopter di Sekadau berhasil dievakuasi dan kini menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Kalbar.
PONTIANAK– Proses identifikasi korban kecelakaan helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX menjadi fokus utama tim gabungan setelah seluruh jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi jatuh di kawasan Bukit Puntak, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (17/04/2026).
Sebanyak delapan korban yang berada dalam helikopter tersebut kini berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Anton Soedjarwo, Pontianak, untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar. Langkah ini dilakukan guna memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Petugas tim Search and Rescue (SAR) gabungan sebelumnya mengevakuasi seluruh korban dari medan sulit di kawasan perbukitan. Evakuasi dilakukan secara bertahap mengingat kondisi lokasi kecelakaan yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
“Seluruh korban yang berjumlah delapan orang tersebut berhasil dievakuasi dari lokasi jatuh di Bukit Puntak, Sekadau, untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut di instalasi forensik,” sebagaimana diberitakan Tempo, Jumat (17/04/2026).
Setibanya di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, jenazah langsung ditangani tim DVI Polda Kalbar untuk proses identifikasi ilmiah yang meliputi pemeriksaan fisik, data ante mortem, serta pencocokan identitas.
Sementara itu, puing-puing helikopter terlihat berserakan di lokasi kejadian di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Kondisi ini memperlihatkan dampak keras dari kecelakaan yang terjadi di wilayah perbukitan tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya helikopter masih dalam penyelidikan otoritas terkait. Proses identifikasi korban menjadi tahap krusial sebelum dilakukan penanganan lanjutan, termasuk investigasi teknis untuk mengungkap kronologi kejadian.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan transportasi udara di wilayah Kalbar dan menjadi perhatian serius terkait aspek keselamatan penerbangan, terutama di daerah dengan medan geografis yang menantang.[]
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan