Halalbihalal di Masjid Negara IKN menjadi momentum penguatan kebersamaan, pendidikan, dan literasi keuangan digital bagi masyarakat.
NUSANTARA – Penguatan nilai kebersamaan dan literasi keuangan menjadi sorotan dalam kegiatan halalbihalal dan silaturahmi yang digelar di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (20/04/2026), dengan dihadiri sekitar 3.000 jamaah dari berbagai daerah.
Kegiatan yang terselenggara melalui kerja sama Otorita IKN dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sepaku ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Wisuda Santri ke-XXII se-Kecamatan Sepaku. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial di kawasan IKN.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin mengajak seluruh peserta menjadikan halalbihalal sebagai ruang mempererat persatuan di tengah keberagaman.
“Selamat datang di Ibu Kota Nusantara untuk Kyai, dan Bapak-Ibu semua, termasuk para guru. Mari kita jadikan momentum halalbihalal ini sebagai wadah kita untuk saling menguatkan kebersamaan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diisi tausyiah oleh ustaz Anwar Zahid yang menekankan pentingnya menjaga nilai spiritual setelah bulan Ramadan sebagai fondasi kehidupan sehari-hari.
“Ramadan itu bulan daruah (pelatihan atau pendidikan), bulan dimana kita diberikan pelatihan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, di bulan-bulan berikutnya setelah ramadan atau syawal,” terang ustaz di tengah antusiasme jamaah, sebagaimana dilansir Kaltimpost, Senin (20/04/2026).
Turut hadir Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin yang menyoroti peran tenaga pendidik dalam menerjemahkan nilai Ramadan ke dalam dunia pendidikan.
“Nilai-nilai yang kita peroleh semasa ramadhan ini adalah hal yang kita bisa wujudkan, salah satunya dalam pendidikan. Kita sebagai PGRI harus hadir sebagai wadah termasuk untuk memperkuat sinergi dan persatuan antar guru, apalagi untuk mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Selain penguatan nilai sosial dan keagamaan, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi terkait literasi keuangan melalui sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh Kantor Sekretariat Kerja Bersama Bank Indonesia (BI) IKN. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap transaksi digital dan penggunaan uang rupiah secara bijak.
Melalui kegiatan ini, pembangunan di kawasan IKN tidak hanya difokuskan pada aspek infrastruktur, tetapi juga diarahkan pada penguatan nilai sosial, pendidikan, dan adaptasi masyarakat terhadap perkembangan ekonomi digital.
Hal tersebut menunjukkan bahwa transformasi IKN tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup pembangunan karakter dan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan