Gubernur Kaltim tidak menemui massa aksi saat demonstrasi berlangsung, namun menyampaikan respons dan komitmen evaluasi kebijakan melalui pernyataan resmi sehari setelahnya.
SAMARINDA – Ribuan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APMKT) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa 21 April 2026. Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga malam itu tidak direspons langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, di lokasi, namun baru ditanggapi melalui pernyataan resmi di akun media sosial pribadinya pada Rabu (22/04/2026).
Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain terkait transparansi, evaluasi kebijakan pemerintah daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Meski aksi berlangsung relatif tertib dengan pengawalan aparat keamanan, ketiadaan dialog langsung dengan gubernur memicu kekecewaan peserta aksi.
Sepanjang aksi berlangsung, Rudy Mas’ud diketahui berada di dalam ruang kerjanya dan tidak menemui massa. Hingga sekitar pukul 20.00 WITA, ia terlihat meninggalkan kawasan Kantor Gubernur Kaltim menuju rumah jabatan yang masih berada dalam satu kompleks perkantoran, didampingi sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pengawalan ketat petugas keamanan.
Kehadiran gubernur saat keluar dari kantor sempat menjadi perhatian awak media yang telah menunggu sejak siang. Sejumlah jurnalis berupaya meminta keterangan terkait sikap pemerintah terhadap tuntutan demonstran.
“Tanggapannya pak, terkait aksi hari ini? masa masih bertahan karena kecewa tidak ditemui,” ujar Andika, salah satu wartawan, saat mencoba mengajukan pertanyaan.
Namun, hingga rombongan bergerak menuju gerbang rumah jabatan, tidak ada tanggapan yang diberikan oleh Rudy Mas’ud. Ia tetap berjalan tanpa berhenti maupun memberikan pernyataan kepada media.
Dalam situasi tersebut, petugas keamanan yang mengawal rombongan memberikan respons singkat kepada wartawan dengan membatasi akses.
“Nanti saja, mohon maaf ya,” ujar petugas keamanan tersebut.
Tidak adanya pernyataan resmi di lokasi menimbulkan pertanyaan publik terkait sikap pemerintah terhadap aspirasi yang disampaikan massa. Massa aksi bertahan hingga malam hari dengan harapan dapat berdialog langsung, namun akhirnya membubarkan diri secara bertahap setelah tidak mendapat kesempatan tersebut. Situasi di sekitar kantor gubernur pun berangsur kondusif.
Sehari setelah aksi, Rudy Mas’ud menyampaikan tanggapan melalui pernyataan resmi di media sosial pribadinya. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam aksi, termasuk mahasiswa, masyarakat, serta aparat keamanan, yang dinilainya telah menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjaga keamanan sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan baik,” ujar Rudy.
Ia menegaskan bahwa peran mahasiswa dan masyarakat sangat penting sebagai bagian dari kontrol sosial dalam jalannya pemerintahan. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut merupakan bentuk partisipasi publik yang perlu diperhatikan dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus memberikan masukan serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan,” katanya.
Lebih lanjut, Rudy menyatakan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Ia juga memastikan Pemprov Kaltim akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan program yang telah berjalan.
“Masukan hari ini sangat berarti. Kami akan berakselerasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah ke depan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltim membuka peluang untuk melakukan dialog lanjutan dengan perwakilan massa aksi guna membahas berbagai tuntutan yang disampaikan. Respons tersebut sekaligus menjadi klarifikasi awal setelah tidak adanya tanggapan langsung di lokasi demonstrasi, serta mencerminkan dinamika komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam sistem demokrasi. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan