KORMI HSU Fokus Cetak Atlet Lewat Lomba Tradisional

Lomba olahraga tradisional dalam HUT ke-74 HSU dimanfaatkan sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi.

HULU SUNGAI UTARA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dimanfaatkan sebagai momentum pembinaan atlet olahraga tradisional, seiring digelarnya berbagai lomba oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) HSU yang melibatkan pelajar dan aparatur daerah, Kamis (23/04/2026).

Salah satu cabang yang dipertandingkan adalah lomba asinan atau hadang di Lapangan Pahlawan Amuntai. Kegiatan ini diikuti 14 sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta 12 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU.

Antusiasme peserta dan penonton terlihat tinggi sejak pagi, menandai tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tradisional yang selama ini mulai terpinggirkan oleh modernisasi.

Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) HSU Aniwarni menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial dalam rangka HUT daerah, tetapi juga menjadi langkah strategis menjaga eksistensi olahraga tradisional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali olahraga tradisional yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan kearifan lokal. Selain itu, ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar instansi dan generasi muda,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

“Kami ingin generasi muda tidak melupakan akar budaya mereka. Dengan adanya lomba seperti ini, kita tanamkan rasa bangga terhadap permainan tradisional,” tambahnya.

Sementara itu, Sugianor selaku pengurus KORMI HSU menegaskan bahwa ajang ini juga diarahkan untuk menjaring potensi atlet berbakat yang dapat dibina ke jenjang lebih tinggi.

“Kami akan melakukan penilaian secara objektif untuk menjaring bibit-bibit unggul. Harapannya, para peserta yang berprestasi dapat dibina lebih lanjut dan berkesempatan mewakili daerah dalam ajang seperti POPDA maupun event olahraga lainnya,” jelasnya, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Kamis (23/04/2026).

Menurutnya, pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar olahraga tradisional mampu berkembang dan bersaing di tingkat regional hingga nasional.

“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami optimis olahraga tradisional bisa menjadi kebanggaan daerah di kancah yang lebih luas,” tutupnya.

Selain hadang, rangkaian kegiatan juga mencakup lomba balogo, domino, badaku, dan sejumlah permainan khas daerah lainnya yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-74 HSU sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah masyarakat.[]

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com