Kesbangpol Paser menggencarkan edukasi politik bagi pelajar untuk mencegah apatisme dan praktik money politics sejak dini.
PASER – Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Paser, Hartono, menegaskan pentingnya penanaman pemahaman politik dan kebangsaan sejak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) guna mencegah apatisme generasi muda sekaligus mengantisipasi praktik money politics di masa depan.
Menurut Hartono, generasi muda saat ini, khususnya Gen Z, cenderung kurang tertarik terhadap isu politik dan kebangsaan. Padahal, dalam beberapa tahun ke depan mereka akan menjadi pemilih dalam pemilihan umum (Pemilu).
“Saat ini, banyak generasi muda khususnya Gen Z cenderung kurang tertarik dengan urusan politik dan kebangsaan. Padahal, 5 tahun mendatang mereka akan menjadi pemilih Pemilu”, ungkap Hartono, Senin (27/04/2026).
Ia menjelaskan, Kesbangpol Paser hadir di lingkungan pendidikan untuk memberikan pemahaman terkait nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, serta praktik kehidupan politik yang sehat. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, salah satunya dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
“Hal ini dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, salah satunya adalah Bawaslu sebagai penyelenggara pengawasan”, imbuhnya.
Hartono menilai, demokrasi tidak hanya dimaknai sebatas Pemilu dan partai politik. Dalam kehidupan pelajar, praktik demokrasi sudah dimulai sejak pemilihan ketua kelas, ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), hingga kegiatan organisasi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Melalui edukasi tersebut, Kesbangpol Paser berupaya menanamkan kesadaran bahwa praktik demokrasi yang keliru dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk di sekolah. “Jadi yang kita cegah itu demokrasi yang keliru. Apa saja? intimidasi misalnya, manipulasi, sampai politik uang. Dan itu bisa terjadi di mana saja, bahkan di sekolah,” tambahnya.
Ia juga menyoroti praktik money politics yang dinilai telah menjadi tantangan serius karena berpotensi membentuk budaya politik transaksional sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan peran bersama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi untuk menciptakan stabilitas sosial serta membangun pola pikir rasional di kalangan generasi muda.
“Tugas kita adalah menciptakan stabilitas agar anak muda bisa berpikir rasional, tanpa gampang dibeli. sehingga tujuan akhirnya, dapat membentuk pelajar berintegritas yang paham politik sehat”, pungkasnya.
Melalui berbagai program edukasi tersebut, Kesbangpol Paser berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran politik dan kebangsaan yang kuat serta berintegritas dalam kehidupan demokrasi. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan