Tragis! Remaja 15 Tahun Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Seorang pelajar MTs di Parenggean meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai, memicu imbauan peningkatan pengawasan terhadap anak.

KOTAWARINGIN TIMUR – Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai, Senin. Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat dan masyarakat terkait keselamatan anak saat beraktivitas di perairan terbuka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam menyampaikan korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan tenggelam, setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

“Korban ditemukan tidak jauh dari tempat dia dinyatakan tenggelam. Diketemukan dalam keadaan meninggal dunia. Proses otopsi di RS Pratama Parenggean,” kata Multazam sebagaimana dilansir Antara, Senin (27/04/2026).

Informasi yang dihimpun, korban merupakan pelajar laki-laki berusia 15 tahun yang saat kejadian tengah mandi bersama sejumlah rekannya di sungai yang berada di belakang Pasar Parenggean. Kondisi air sungai saat itu dilaporkan dalam keadaan normal.

Sebelum kejadian, rekan-rekan korban sempat mengingatkan agar tidak berenang ke bagian tengah sungai setelah korban mengaku tidak bisa berenang. Korban disarankan tetap berada di tepi sungai demi keselamatan.

Namun, korban diduga berupaya menuju sebuah tiang yang berjarak sekitar 10 meter dari tepi sungai untuk berpegangan. Dalam perjalanan tersebut, korban mengalami kesulitan berenang dan sempat ditolong oleh rekannya. Upaya penyelamatan tidak berhasil karena korban diduga panik hingga pegangan terlepas.

Korban kemudian terbawa arus dan tenggelam. Rekan-rekannya segera melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar yang langsung melakukan pencarian di lokasi.

BPBD Kotim menerima laporan kejadian sekitar pukul 12.47 WIB dan segera mengerahkan tim dari Sampit menuju lokasi. Di saat bersamaan, pencarian awal telah dilakukan oleh Camat Parenggean, Kepolisian Sektor (Polsek) Parenggean, masyarakat, serta relawan setempat dengan dukungan koordinasi bersama Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Sampit.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 15.09 WIB, korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Untuk kronologis pastinya, nanti aparat penegak hukum yang berwenang menghimpun dari para saksi. Kami turut berduka atas musibah ini,” ujar Multazam.

Menyikapi kejadian tersebut, BPBD Kotim mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat melakukan aktivitas berisiko, termasuk berenang di sungai, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com